<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Perbaiki Diri Semampunya</title>
	<atom:link href="http://fahdamjad.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fahdamjad.wordpress.com</link>
	<description>Kenali Diri, Terima Diri Apa Adanya, dan perbaiki</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Mar 2009 21:37:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fahdamjad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/780a0bcfe332f99cb769b77b21ba53a8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Perbaiki Diri Semampunya</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fahdamjad.wordpress.com/osd.xml" title="Perbaiki Diri Semampunya" />
		<item>
		<title>Piagam Madinah</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/03/08/piagam-madinah/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/03/08/piagam-madinah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 21:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahdamjad.wordpress.com/2009/03/08/piagam-madinah/</guid>
		<description><![CDATA[Piagam Madinah, juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yathrib (kemudian bernama Madinah) di tahun 622. Dokumen tersebut disusun sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani &#8216;Aus dan Bani Khazraj [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=96&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:13pt;">Piagam Madinah, juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yathrib (kemudian bernama Madinah) di tahun 622. Dokumen tersebut disusun sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani &#8216;Aus dan Bani Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum Yahudi, dan komunitas-komunitas pagan Madinah; sehingga membuat mereka menjadi suatu kesatuan komunitas, yang dalam bahasa Arab disebut <em>Ummah</em>.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><strong>MUKADDIMAH<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang &#8220;Inilah Piagam Tertulis dari Nabi Muhammad SAW di kalangan Orang-orang yang beriman dan memeluk Islam (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib, dan orang-orang yang mengikuti mereka, mempersatukan diri dan berjuang bersama mereka.&#8221;<br />
</span><span id="more-96"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><strong><a>I PEMBENTUKAN UMMAT<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Courier New;font-size:10pt;"><a>== MUKADDIMAH ==<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a><br />
Atas nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang &#8220;Inilah Piagam Tertulis dari Nabi Muhammad SAW di kalangan Orang-orang yang beriman dan memeluk Islam (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib, dan orang-orang yang mengikuti mereka, mempersatukan diri dan berjuang bersama mereka&#8221;<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>I PEMBENTUKAN UMMAT<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 1 Sesungguhnya mereka satu bangsa negara (ummat), bebas dari (pengaruh dan kekuasaan) manusia.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>II HAK ASASI MANUSIA<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 2 Kaum Muhajirin dari Quraisy ttp mempunyai hak asli mereka,saling tanggung-menanggung, membayar dan menerima wang tebusan darah (diyat)kerana suatu pembunuhan, dengan cara yang baik dan adil di antara orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 3 1. Banu &#8216;Awf (dari Yathrib) tetap mempunyai hak asli mereka, tanggung menanggung wang tebusan darah (diyat). 2. Dan setiap keluarga dari mereka membayar bersama akan wang tebusan dengan baik dan adil di antara orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 4 1. Banu Sa&#8217;idah (dari Yathrib) tetap atas hak asli mereka, tanggung menanggung wang tebusan mereka. 2. Dan setiap keluarga dari mereka membayar bersama akan wang tebusan dengan baik dan adil di antara orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 5 1. Banul-Harts (dari suku Yathrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, saling tanggung-menanggung untuk membayar wang tebusan darah (diyat) di antara mereka. 2. Setiap keluarga (tha&#8217;ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 6 1. Banu Jusyam (dari suku Yathrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar wang tebusan darah (diyat) di antara mereka. 2. Setiap keluarga (tha&#8217;ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 7 1. Banu Najjar (dari suku Yathrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar wang tebusan darah (diyat) dengan secara baik dan adil. 2. Setiap keluarga (tha&#8217;ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 8 1. Banu &#8216;Amrin (dari suku Yathrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar wang tebusan darah (diyat) di antara mereka. 2. Setiap keluarga (tha&#8217;ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 9 1. Banu An-Nabiet (dari suku Yathrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar wang tebusan darah (diyat) di antara mereka. 2. Setiap keluarga (tha&#8217;ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 10 1. Banu Aws (dari suku Yathrib) berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggung-menanggung membayar wang tebusan darah (diyat) di antara mereka. 2. Setiap keluarga (tha&#8217;ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>III PERSATUAN SEAGAMA<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 1rena membayar uang tebusan darah dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 12 Tidak seorang pun dari orang-orang yang beriman dibolehkan membuat persekutuan dengan teman sekutu dari orang yang beriman lainnya, tanpa persetujuan terlebih dahulu dari padanya.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 13 1. Segenap orang-orang beriman yang bertaqwa harus menentang setiap orang yang berbuat kesalahan , melanggar ketertiban, penipuan, permusuhan atau pengacauan di kalangan masyarakat orang-orang beriman. 2. Kebulatan persatuan mereka terhadap orang-orang yang bersalah merupakan tangan yang satu, walaupun terhadap anak-anak mereka sendiri.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 14 1. Tidak diperkenankan seseorang yang beriman membunuh seorang beriman lainnya karena lantaran seorang yang tidak beriman. 2. Tidak pula diperkenankan seorang yang beriman membantu seorang yang kafir untuk melawan seorang yang beriman lainnya.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 15 1. Jaminan Tuhan adalah satu dan merata, melindungi nasib orang-orang yang lemah. 2. Segenap orang-orang yang beriman harus jamin-menjamin dan setiakawan sesama mereka daripada (gangguan) manusia lain<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><strong><a>IV PERSATUAN SEGENAP WARGANEGARA</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 16 Bahwa sesungguhnya kaum-bangsa Yahudi yang setia kepada (negara) kita, berhak mendapatkan bantuan dan perlindungan, tidak boleh dikurangi haknya dan tidak boleh diasingkan dari pergaulan umum.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 17 1. Perdamaian dari orang-orang beriman adalah satu 2. Tidak diperkenankan segolongan orang-orang yang beriman membuat perjanjian tanpa ikut sertanya segolongan lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Tuhan, kecuali atas dasar persamaan dan adil di antara mereka.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 18 Setiap penyerangan yang dilakukan terhadap kita, merupakan tantangan terhadap semuanya yang harus memperkuat persatuan antara segenap golongan.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 19 1. Segenap orang-orang yang beriman harus memberikan pembelaan atas tiap-tiap darah yang tertumpah di jalan Tuhan. 2. Setiap orang beriman yang bertaqwa harus berteguh hati atas jalan yang baik dan kuat.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 20 1. Perlindungan yang diberikan oleh seorang yang tidak beriman (musyrik) terhadap harta dan jiwa seorang musuh Quraisy, tidaklah diakui. 2. Campur tangan apapun tidaklah diijinkan atas kerugian seorang yang beriman.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 21 1. Barangsiapa yang membunuh akan seorang yang beriman dengan cukup bukti atas perbuatannya harus dihukum bunuh atasnya, kecuali kalau wali (keluarga yang berhak) dari si terbunuh bersedia dan rela menerima ganti kerugian (diyat). 2. Segenap warga yang beriman harus bulat bersatu mengutuk perbuatan itu, dan tidak diizinkan selain daripada menghukum kejahatan itu.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 22 1. Tidak dibenarkan bagi setiap orang yang mengakui piagam ini dan percaya kepada Tuhan dan hari akhir, akan membantu orang-orang yang salah, dan memberikan tempat kediaman baginya. 2. Siapa yang memberikan bantuan atau memberikan tempat tinggal bagi pengkhianat-pengkhianat negara atau orang-orang yang salah, akan mendapatkan kutukan dan kemurkaan Tuhan di hari kiamat nanti, dan tidak diterima segala pengakuan dan kesaksiannya.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 23 Apabila timbul perbezaan pendapat di antara kamu di dalam suatu soal, maka kembalikanlah penyelesaiannya pada (hukum) Tuhan dan (keputusan) Muhammad SAW.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>V GOLONGAN MINORITAS<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 24 Warganegara (dari golongan) Yahudi memikul biaya bersama-sama dengan kaum beriman, selama negara dalam peperangan.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 25 1. Kaum Yahudi dari suku &#8216;Awf adalah satu bangsa-negara (ummat) dengan warga yang beriman. 2. Kaum Yahudi bebas memeluk agama mereka, sebagai kaum Muslimin bebas memeluk agama mereka. 3. Kebebasan ini berlaku juga terhadap pengikut-pengikut/sekutu-sekutu mereka, dan diri mereka sendiri. 4. Kecuali kalau ada yang mengacau dan berbuat kejahatan, yang menimpa diri orang yang bersangkutan dan keluarganya.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 26 Kaum Yahudi dari Banu Najjar diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu &#8216;Awf di atas<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 27 Kaum Yahudi dari Banul-Harts diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu &#8216;Awf di atas<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 28 Kaum Yahudi dari Banu Sa&#8217;idah diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu &#8216;Awf di atas<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 29 Kaum Yahudi dari Banu Jusyam diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu &#8216;Awf di atas<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 30 Kaum Yahudi dari Banu Aws diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu &#8216;Awf di atas<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 31 1. Kaum Yahudi dari Banu Tsa&#8217;labah, diperlakukan sama seperti kaum yahudi dari Banu &#8216;Awf di atas 2. Kecuali orang yang mengacau atau berbuat kejahatan, maka ganjaran dari pengacauan dan kejahatannya itu menimpa dirinya dan keluarganya.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 32 Suku Jafnah adalah bertali darah dengan kaum Yahudi dari Banu Tsa&#8217;labah, diperlakukan sama seperti Banu Tsa&#8217;labah<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 33 1. Banu Syuthaibah diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu &#8216;Awf di atas. 2. Sikap yang baik harus dapat membendung segala penyelewengan.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 34 Pengikut-pengikut/sekutu-sekutu dari Banu Tsa&#8217;labah, diperlakukan sama seperti Banu Tsa&#8217;labah.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 35 Segala pegawai-pegawai dan pembela-pembela kaum Yahudi, diperlakukan sama seperti kaum Yahudi.<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>VI TUGAS WARGA NEGARA<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 36 1. Tidak seorang pun diperbolehkan bertindak keluar, tanpa ijinnya Muhammad SAW 2. Seorang warga negara dapat membalaskan kejahatan luka yang dilakukan orang kepadanya 3. Siapa yang berbuat kejahatan, maka ganjaran kejahatan itu menimpa dirinya dan keluarganya, kecuali untuk membela diri 4. Tuhan melindungi akan orang-orang yang setia kepada piagam ini<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 37 1. Kaum Yahudi memikul biaya negara, sebagai halnya kaum Muslimin memikul biaya negara 2. Di antara segenap warga negara (Yahudi dan Muslimin) terjalin pembelaan untuk menentang setiap musuh negara yang memerangi setiap peserta dari piagam ini 3. Di antara mereka harus terdapat saling nasihat-menasihati dan berbuat kebajikan, dan menjauhi segala dosa 4. Seorang warga negara tidaklah dianggap bersalah, karena kesalahan yang dibuat sahabat/sekutunya 5. Pertolongan, pembelaan, dan bantuan harus diberikan kepada orang/golongan yang teraniaya<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 38 Warga negara kaum Yahudi memikul biaya bersama-sama warganegara yang beriman, selama peperangan masih terjadi<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a><br />
</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>VII MELINDUNGI NEGARA<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 39 Sesungguhnya kota Yatsrib, Ibukota Negara, tidak boleh dilanggar kehormatannya oleh setiap peserta piagam ini<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 40 Segala tetangga yang berdampingan rumah, harus diperlakukan sebagai diri-sendiri, tidak boleh diganggu ketenteramannya, dan tidak diperlakukan salah<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 41 Tidak seorang pun tetangga wanita boleh diganggu ketenteraman atau kehormatannya, melainkan setiap kunjungan harus dengan izin suaminya<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>VIII PIMPINAN NEGARA<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 42 1. Tidak boleh terjadi suatu peristiwa di antara peserta piagam ini atau terjadi pertengkaran, melainkan segera dilaporkan dan diserahkan penyelesaiannya menurut (hukum ) Tuhan dan (kebijaksanaan) utusan-Nya, Muhammad SAW 2. Tuhan berpegang teguh kepada piagam ini dan orang-orang yang setia kepadanya<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 43 Sesungguhnya (musuh) Quraisy tidak boleh dilindungi, begitu juga segala orang yang membantu mereka<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 44 Di kalangan warga negara sudah terikat janji pertahanan bersama untuk menentang setiap agresor yang menyergap kota Yathrib<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>IX POLITIK PERDAMAIAN<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 45 1. Apabila mereka diajak kepada pendamaian (dan) membuat perjanjian damai (treaty), mereka tetap sedia untuk berdamai dan membuat perjanjian damai 2. Setiap kali ajakan pendamaian seperti demikian, sesungguhnya kaum yang beriman harus melakukannya, kecuali terhadap orang (negara) yang menunjukkan permusuhan terhadap agama (Islam) 3. Kewajiban atas setiap warganegara mengambil bahagian dari pihak mereka untuk perdamaian itu<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 46 1. Dan sesungguhnya kaum Yahudi dari Aws dan segala sekutu dan simpatisan mereka, mempunyai kewajiban yang sama dengan segala peserta piagam untuk kebaikan (pendamaian) itu 2. Sesungguhnya kebaikan (pendamaian) dapat menghilangkan segala kesalahan<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:18pt;"><a><strong></strong></a><strong><a>X PENUTUP<br />
</a></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Pasal 47 1. Setiap orang (warganegara) yang berusaha, segala usahanya adalah atas dirinya 2. Sesungguhnya Tuhan menyertai akan segala peserta dari piagam ini, yang menjalankannya dengan jujur dan sebaik-baiknya 3. Sesungguhnya tidaklah boleh piagam ini dipergunakan untuk melindungi orang-orang yang dhalim dan bersalah 4. Sesungguhnya (mulai saat ini), orang-orang yang bepergian (keluar), adalah aman 5. Dan orang yang menetap adalah aman pula, kecuali orang-orang yang dhalim dan berbuat salah 6. Sesungguhnya Tuhan melindungi orang (warganegara) yang baik dan bersikap taqwa (waspada) 7. Dan (akhirnya) Muhammad adalah Pesuruh Tuhan, semoga Tuhan mencurahkan shalawat dan kesejahteraan atasnya<br />
</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a><br />
<strong>Keterangan :</strong><br />
</a></span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Menurut riwayat Ibnu Ishaq dalam bukunya Sirah an-Nabi SAW juz II hal 119-123, dikutip Ibnu Hisyam (wafat : 213 H.828 M). Disistematisasikan ke dalam pasal-pasal oleh Dr. AJ Wensinck dalam bukunya Mohammad en de Yoden le Medina (1928), pp. 74-84, dan W Montgomery Watt dalam bukunya Mohammad at Medina (1956), pp. 221-225<br />
</a></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><a>Digandakan untuk keperluan pelajaran Pendidikan Ahlussunnah wal-Jama&#8217;ah Kelas I (satu) Program Madrasah Diniyyah Wustha (MDW) Al Muayyad Mangkuyudan, Surakarta, semester II, oleh Drs. M Dian Nafi&#8217;<br />
</a></span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><a><br />
</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=96&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/03/08/piagam-madinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Kelemahan sebagai Power Point”</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/02/26/%e2%80%9ckelemahan-sebagai-power-point%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/02/26/%e2%80%9ckelemahan-sebagai-power-point%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 20:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahdamjad.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[  
Tak ada gading yang tak retak! Itu hanya ungkapan pepatah made in Indonesia, aja!? Padahal kalau kita mau jujur, sebenarnya saat gading itu baru tumbuh atau masih melekat pada mulut si gajah, benarkah dia sudah mulai retak? Jadi pepatah itu ngga mutlak benar, kan? Nggak ada manusia yang sempurna! Tiap manusia, bahkan bangsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=85&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                                &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Tak ada gading yang tak retak</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">! Itu hanya ungkapan pepatah <em>made in</em> Indonesia, aja!? Padahal kalau kita mau jujur, sebenarnya saat gading itu baru tumbuh atau masih melekat pada mulut si gajah, benarkah dia sudah mulai retak? Jadi pepatah itu ngga mutlak benar, kan? Nggak ada manusia yang sempurna! Tiap manusia, bahkan bangsa malaikat pun pernah menampakkan kekhilafannya di hadapan Allah yang Maha Pandai, apalagi manusia macam kita-kita ini! Pasti ada beberapa kekurangan, kelemahan dan bahkan cacat yang dapat mengurangi nilai ‘jual’ kita, kan? </span></p>
<p><span id="more-85"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kesalahan dan kekhilafan maupun kekurangan bukanlah sesuatu yang ‘maha penting’ untuk dijadikan kambing hitam atas merosotnya <em>kurs</em> ibadah kita di hadapan Sang Pencipta! Tanya kenapa? Yaaaah, karena memang setiap manusia dikodratkan untuk bergulat dengan hawa nafsu yang selalu mengajak kita bermain-main di arena maksiat dan dosa,<span> </span>hingga wajah dan seluruh tubuh ini babak belur terseret dan terjatuh dalam jurang kenistaan,<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> kecuali jika hawa nafsu itu mampu kita kuasai dan kita tundukkan di hadapanNya yang berakhir dengan prosesi ritual, bersujud tanpa pamrih dan memposisikannya sebagai bagian dari makhluk yang hanya pantas mengabdikan sisa-sisa umur dan tenaganya untuk menggapai ke-ridho-an-Nya, selamanya.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Walaupun kita berada di kamar kecil, atau sedang capek<span> </span>ngerjain tugas, ‘mbantuin ortu, atau nemanin istri mencuci piring dan menyetrika pakaian, atau<span> </span>saat kita nungguin angkot atau saat berbaris sambil nungguin lampu merah di perempatan jalan…., yang kita pupuk adalah<span> </span>rasa sabar dan ikhlas menjalani hidup sebagai ‘kawulo’ yang harus puas dan bangga mendapatkan<span> </span>kesempatan untuk berbuat dalam ngebukti-in betapa indahnya ridho Allah itu.<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:center;text-indent:3.3pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وما امروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين ,حنفاء ويقيموا الصلوة ويؤتوا الزكاة وذالك دين القيمة</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Nah, jadilah manusia yang bernilai <em>plus</em> yang berjiwa tenang karena selalu bernafas dalam dzikir, yang selalu berfikir dalam langkah ritmis ibadah, yang bekerja dan berusaha dalam bentangan Hidayah dan RidhoNya. Nach…., jika ini terjadi, maka tanpa harus dikejar-kejarpun Syurga akan terbentang luas! Tanpa harus mengantre berlama-lama, justru Allah swt. langsung memberikan tiket itu untuk kita, Amin.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Lebih dari itu, waspadailah gerombolan teroris setan yang selalu mengincar dan menguber-uber iman kita lalu memojokkanya dalam arena kesesatan yang penuh ranjau yang akan menghancur leburkan serpihan moral dan akhlak kita, sehingga warna maksiat di muka bumi akan sangat dominan ketimbang ibadah! Coba lihat saja, betapa para bajingan, pelacur dan pecundang akan lebih sering menghiasi layar media massa kita, lebih-lebih TV dan media cetk serta elektronik lainnya, pasti suguhan nafsu-iblis yang mengatas-namakan SENI akan lebih dominan ketimbang tayangan bernuansa religi yang dapat mengilhami para pemirsa untuk berperilaku sebagai orang saleh yang senantiasa bersyukur atas nikmatNya (tunduk patuh pada ajarannya), yang selalu bersabar menghadapi kesulitan hidup, yang<span> </span>konsisten dalam beribadah dan ikhlas menjauhi segala kemunkaran dan kemasiatan, yang pada gilirannya nanti<span> </span>mereka tentu disayang oleh Allah! Tapi ternyata kita lebih memilih disayang<span> </span>iblis laknat ketimbang oleh Sang Pencipta Bukan? Jika tidak, kenapa kita begitu antusias, puas dan bangga atas<span> </span>tumpukan dosa dan kenistaan di sejauh mata kita memandang<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Jika kita sudah sering berkaca diri hingga menyadari semua dosa dan kesalahan yang menjadi symbol kelemahan dan kekurangan kita, maka segera berlarilah mencari tempat perlindungan terbaik yang tidak bakalan ditembus oleh rudal-rudal biologis pemusnah iman yang<span> </span>diluncurkan<span> </span>oleh laskar-laskar iblis-laknat! Caranya? Gampang-gampang susah, lho!? Umpankahnlah segala hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu kita! Di saat kita terbuai oleh desah manja nan romantis<span> </span>artis idola atau sewaktu mata kita melotot karena terpana oleh<span> </span>akting maut sang idola, maka sanggupkah kita untuk sekedar men -<em>cut</em>- adegan TV itu dengan beristighfar sebagai wujud pengakuans seorang hamba yang ‘<em>ndableg</em> karena lebih senang menonoton, mendengarkan bisikan iblis-cinta ketimbang lantunan suara adzan dan nyanyian syurga lainnya ( seperti bacaan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil )! </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Coba saja ambil air wudhu, lalu solatlah dua rokaat, terus baca Al Qur’an! Tapi… eiiit… tunggu dulu! Sebelum mulut kita ber-‘senandung’<span> </span>dengan kalam-Nya yang suci itu,<span> </span>mohonlah perlindungan kepada Allah, agar<span> </span>setan dijauhkan dari atmosfir kehidupan kita<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>, atau setidaknya mintalah kepadaNya agar Al Qur’an yang sedang atau akan kamu baca tidak bakalan menjadi boomerang yang disusupi nafsu riya’ dan takabur yang merupakan energi inti setan yang membelenggu kita, agar kita tidak terpuruk di dasar kubangan sampah duniawi!.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Jadi, gimana nih? Don’t Worry! Jadilah diri sendiri! Jangan selalu bersembunyi dibalik kelemahan kodrati manusia! Karena dalam kelemahan itu akan muncul kekuatan yang<span> </span>sangat dahsyat atas izin dan ridhoNya, Reguklah suplemen ilahiyah ini sebanyak-banyaknya! Dan kamu tidak bakalan over dosis karenanya:<span> </span>LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM! </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">( Tiada usaha yang sukses selain atas idzinNya, Dan tiada energi untuk merealisasikan suatu tujuan selain atas idzin Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung)</span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Kita harus selalu ingat! Jangan hanya pintar memasang cermin ke wajah orang lain! Tapi tataplah cermin di depan kita, lalu lihatlah betapa wajah pecundang itu menyemburkan noda yang menjijikkan ke seluruh tubuh dan langkah kita! maka bertobatlah selagi masih bernafas! Jangan Cuma pintar meng-kambing hitamkan hawa nafsu maupun setan! Karena segala umpatan dan sumpah serapah kepada hawa nafsu atau pada setan justru makin membuat mereka kuat dan menang, karena waktu kita akan tersita untuknya! Dan yang<span> </span>terpenting, “jangan pernah menepuk dada atas gunung paha yang kau daki”, atau jangan berlagak suci atas lautan noda dosa yang kita cecerkan! Tapi pahamilah bahwa di balik kodrat kelemahan dan kekurangan manusia ini masih ada samudera rahmat dan maghfirah-Nya yang siap mengucur menjadi hujan jika kedua tangan kita rela menengadah dan berjaji untuk berubah  menjadi hamba yang setia pada ajara-Nya. Sehingga segala kesalahan, dosa maupun aib kita justru akan menjadi langkah awal untuk menggapai puncak prestasi terbaik! Mungkinkah itu?<span> </span>Why not?! Bukankah nabi Muhammad saw. bersabda:</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:center;text-indent:3.3pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اكثر بني آدم الخطائون, وخير الخطائين التوابون</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Mayoritas anak manusia adalah pendosa, dan sang pendosa akan menjadi the best jika dia selalu bertobat. ( hadis sohih )</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> <a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Beliau juga pernah menggambarkan, betapa Allah sangat terharu dan bangga melihat seorang pendosa yang mau mengakui kesalahan dan dosanya, lalu tanpa ragu dan tak malu-malu dia bersujud memohon ampunannya? </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Coba fikir! Jika kamu seorang cowok gaul yang sedang berkelana mencari cinta, lalu mejeng dan ngelencer ke luar kota dengan motor terbaru, karena sudah seharian nangkring di jok motor, pasti kamu lelah, kan? Ok, karena terlalu cape maka kamu turun, lalu ambil tikar untuk beristirahat di bawah pohon beringin tua di pinggir jalan dan aaaach…, ternyata kamu langsung KO alias tertidur pulas,<span> </span>nah saat tertidur itulah ada pencuri menggasak motor dan semua bekalmu disikat ludes. Kira-kira setelah bangun apa reaksimu? Dijamin kamu pasti sedih, bukan? Mungkin malah menangis atau mengumpat sejadi-jadinya! Dan saat kamu garuk-garuk kepala atau menendang-nendang batu atau botol minuman lantaran marah, jengkel,<span> </span>kesal dan dongkol sambil berteriak memaki-maki si pencuri sialan, nah<span> </span>tiba-tiab saja datanglah sebuah mobil mewah sporty yang dikemudikan oleh seorang cewek cantik yang menawarkan tumpangan<span> </span>padamu, mungkin karena<span> </span>mujur saja, dia-nya terharu dan simpati atas nasib sialmu. Tapi lagi-lagi dasar kamu-nya yang masih mujur, ternyata sang cewek itu lagi patah hati karena kekasihnya selingkuh…. dan akhirnya… dia terjatuh dalam pelukanmu dan dia jadian dech sama kamu, langsung minta ke KUA dan pasrah bulat-bulat hidup matinya padamu! ( eh koq kegatelan buanget ya, si cewek?! Tapi ini sekedar illustrasi, man! Enggak usah bernafsu, gitu! ). </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Nah, gimana coba reaksimu saat<span> </span>si cantik itu mau jadi doimu? Pasti hatimu akan meloncat kegirangan dan berteriak: pucuk dicinta ulam tiba…! Atau kamu akan bilang: ala maaak…! Mimpi apa aku semalam, koq dapat durian runtuh….! Atau kalau kamu sedikit berjiwa seni dan romantis, pasti langsung ambil gitar dan menyanyikan lagu ‘pelangi di matamu-nya si Jamrud, … atau lagu ‘sang pangeran cinta’nya Dewa… atau Dealova-nya si Once…? Tak tahulah, tapi yang pasti kamu pasti happy ‘n bangga, kan? Motor hilang, tapi gantinya yang lebih hoki?! </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Nah kondisi itu belum seberapa jika dibandingkan dengan kebanggaan Allah saat mendengar bibir si pendosa<span> </span>(macam kita-kita ini) yang mau bersimpuh menyebut namaNya lalu beristighfar memohon ampunan dan tobat kepadaNya<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>! Euunak banget, ya? Nikmatin aja sendiri…..!</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> Baca QS 12 ( Yusuf ) ayat 53</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> Baca QS 98 ( Al bayyinah ), 5</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> Baca QS 89 ( Alfajr ) ayat 27-30</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;"> Lihat QS 7 ( Al A’rof ), 16-17</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> QS 16 ( An Nahl ) ayat 98</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> Hadis sohih, baca Riyadhussolihin<span> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> Riyadhus-solihin bab Taubat. </span></p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=85&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/02/26/%e2%80%9ckelemahan-sebagai-power-point%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abstrak Skripsi</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/02/12/abstrak-skripsi/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/02/12/abstrak-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 17:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahdamjad.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[ Abstrak
Abdul Fattah, Perpaduan Nilai Budaya Jawa dan Islam dalam Konstruksi Etika Jawa. Skripsi. Jakarta: Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta, Januari 2009
 
Serat Centhini merupakan karya Sastra Jawa yang tidak hanya berisi tentang etika Jawa, tapi juga memuat nilai-nilai Islam. Sehinga dapat diasumsikan nilai Jawa dan Islam berpadu di dalamnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=79&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--> <strong><span style="font-size:14pt;line-height:200%;" lang="SV">Abstrak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Abdul Fattah, Perpaduan Nilai Budaya Jawa dan Islam dalam Konstruksi Etika Jawa. Skripsi. Jakarta: Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta, Januari 2009</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Serat Centhini merupakan karya Sastra Jawa yang tidak hanya berisi tentang etika Jawa,<span> </span>tapi juga memuat nilai-nilai Islam. Sehinga dapat diasumsikan nilai Jawa dan Islam berpadu di dalamnya, membentuk sebuah konstruksi Islam Jawa yang khas. Hal ini sesungguhnya yang melatarbelakakngi dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai perpaduan dua etika tersebut (Jawa dan Islam) dan kemudian menganalisisnya dengan suatu metode penelitian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Teori yang digunakan difokuskan pada teori tentang etika dan asimilalasi budaya (dalam hal ini etika), dan ini berkesesuaian dengan permasalahan. Dengan menggunakan metode analisis isi penelitian ini dapat menghasilkan temuan bahwa konstruksi Etika Islam Jawa merupakan konvergensi antara etika Jawa dan Etika Islam. Namun demikian konstruksi etika Jawa juga memiliki aspek-aspek perbedaan (divergensi) antara etika Jawa dan etika Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p><span id="more-79"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perpaduan etika Jawa dan etika Islam tidak menimbulkan konflik budaya (etika), tetapi justru mewujudkan harmonisasi kebudayaan Jawa dan memantapkan identitas Jawa. Oleh karena itu, perpaduan ini memberikan manfaat kepada masyarakat Jawa dalam menghadapi perubahan kemasyarakatan. Namun demikian, horizon kebudayaan Jawa yang akan terus berkembang akan turut mempengaruhi corak etika Islam Jawa. Oleh karena itu, saran yang dapat diajukan adalah perlu diadakan reinterpretasi, reformulasi, dan reaktualisasi Islam Jawa, agar masyarakatnya tidak mengalami kekagetan etik <em>(ethical shock)</em> dalam mengalami perubahan kemasyarakatan ke depan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:200%;" lang="SV">Abstrak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Abdul Fattah, Perpaduan Nilai Budaya Jawa dan Islam dalam Konstruksi Etika Jawa. Skripsi. Jakarta: Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta, Januari 2009</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Serat Centhini mujudake Karyo Sastro Jowo sing isine ora mligi babagan etika Kabudayan Jowo nanging ugo ngemot<span> </span>kaweruh sareat islam. Mulo biso dianggep antarane <span> </span>budoyo Jowo lan<span> </span>sareat islam biso luluh <span> </span>manunggal dadi siji, mujudake salah sijine<span> </span>wewangunan budoyo islam Jowo sing bedo karo liyane(khas). Yo bab iki sejatine kang njalari den anakake panaliten. Panaliten iki duwe tujuan kanggo nggambarake nyawijine antarane <span> </span>budoyo Jowo lan sareat islam lan sak banjure dianalisa ngganggo metode penelitian..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Teori kang digunakake mligi marang teori babagan etika lan asimilasi budoyo <span> </span>( etika ), lan iki jumbuh karo pokok masalahe. Kanthi migunakake metode analisis isi  panaliten iki biso ngasilake lan nemokake mungguh Konstruksi etika Islam Jawa mujudake <span> </span>perangan kang ora bedo antarane etika Jowo lan etika Islam. Ananging kontruksi etika Jawa ugo nduweni perangan-perangan kang ora podho ( cengkah)<span> </span>karo etika Islam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kanthi panaliten iki biso disimpulake<span> </span>mungguh nyawijine etika Jawa lan etika Islam ora ndadeake cengkahing budoyo ( etika ) nanging malah biso mujudake harmonisasi<span> </span>kabudayan Jawa lan gawe mantebing jati diri Jawa. Mulo soko kuwi nyawijining etika Jawa lan etika Islam bisoa migunani tumprap masyarakat Jawa kanggo ngadepi owah gingsire kemasyarakatan. Nanging amargo jembaring kabudayan Jowo sing terus ngremboko ugo bakal nggowo pengaruh tumrap cak-cakane etika<span> </span>kabudayan<span> </span>Islam Jawa. Mulo soko kuwi ,<span> </span>saran sing tak aturake perlu dianake reinteprestasi, reformulasi lan reaktualisasi Islam Jawa, supoyo ing tembe buri masyarakat ora bakal ngalami kekagetan etik (ethical shock) sajroning ngadepi owah-owahan sistem <span> </span>kemasyarakatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong>Abstract</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Abdul Fatah, Unification of Java and Islamic Cultural Values in Construction of Javanese Ethic. Thesis. Jakarta: Department of Islamic Studies, Faculty of Social Science, State University  of Jakarta, January 2009.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em>Serat Centhini</em> is a Java’s literature creation which its not only consist of Java’s ethic but also Islamic values. So that, it assumed that Islamic values and Java’s values were unified and made a unique Islamic-Java construction. It’s interested to research for finding distinct description of both unification.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">The use of theory is focused in the theory of ethic and cultural assimilation and it’s suitable with the case. Through content analysis, this research produces some discovery that construction of Java and Islamic ethic is convergence between Java’s ethic and Islamic one. But, Java’s ethical construction also has different aspects (divergence) between Java’s ethic and Islamic one.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Conclusion of research is unification of Java and Islamic ethic surely does not cause cultural conflict (ethical conflict), but it creates a harmony of Java’s culture and strengthens Java’s identity. This unification also gives advantages and benefits for Javanese (society) to face societal changes. However, horizon of Java’s culture will develop and influence design of Java-Islamic ethic. Therefore, it’s necessary to held reinterpretation, reformulation, and re-actualization of Islamic Java in order Javanese society do not take any ethical shock of societal change in the future.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">ملخّص</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">عبد الفتاح, اندماج نتائج ثقافة جاوى و الإسلام في بناء أخلاق جاوى. جاكرتا : قسم الدراسات الإسلامية, كلّية العلوم الاجتماعية, جامعة جاكرتا الحكومية, يناير </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">٢٠٠٩ </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">م.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"><span> </span>Serat Centhini</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> ثمرة ادبية جاوى اّلتي تتركّب من أخلاق جاوى و النتائج الإسلامية حتّى تُرى انّ نتائجهما مندمجة فيها و تشكّل بناء الإسلام-جاوى الخاصّ. و ها هو ما يُقصد هذا التدقيق لشرح اندماج الأخلاق كلاهما (جاوى و الإسلام) و تحلّته بطريقة التدقيق.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">و النظرية المستعملة في التدقيق تُركّز في النظرية عن الأخلاق و اتّحاد الثقافة. و هذه مطابقة بالمسألة. فبطريقة تحليل اللّبّ تُحصل انّ بناء أخلاق جاوى و الإسلام هو المساواة بين أخلاق جاوى و الإسلام, و له الفرق بينهما كذالك.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">و يستنبط من هذا التدقيق انّ اندماج نتائج ثقافة جاوى و الإسلام في بناء أخلاق جاوى لا يسبّب صدام الثقافة بل هو يؤيّد تناسق او انسجام ثقافة جاوى و يثبّت هويّته لكنّ أفق ثقافة جاوى سوف يرتقي و يؤثّر ألوان أخلاق جاوى الإسلاميّ .</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">فلذا, الاقتراح لهذا الأمر هو استلزام أداء التكرير في التفسير و تجديد حدوث جاوى و الإسلام حتى لا يشعر المجتمع برعب قواعد الأخلاق في تحويل المجتمع المستقبل.</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=79&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2009/02/12/abstrak-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seputar Lebaran</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2008/01/15/seputar-lebaran/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2008/01/15/seputar-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 17:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DRAMA KONTROVERSI HISAB Vs. RU’YAT]]></category>
		<category><![CDATA[Hisab dan Ru'yat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahdamjad.wordpress.com/2008/01/15/seputar-lebaran/</guid>
		<description><![CDATA[
DRAMA KONTROVERSI HISAB Vs. RU’YAT 

&#160;
Sejak dasawarsa terakhir ini, umat islam Indonesia telah beberapa kali menyambut Idul Fitri maupun Idul Adha dengan hari yang berbeda yakni antara satu ORMAS dengan ORMAS yang lainnya terpaut satu hari. Dan anehnya masing-masing saling merasa benar dengan argumentasinya sendiri-sendiri.
Tanpa harus terjebak pro kontra seputar lebaran, mari kita lihat landasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=45&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="border:1pt solid windowtext;padding:1pt 4pt 10pt;">
<h1><span style="font-size:16pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">DRAMA KONTROVERSI HISAB Vs. RU’YAT </span></h1>
</div>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoBodyTextIndent">Sejak dasawarsa terakhir ini, umat islam Indonesia telah beberapa kali menyambut Idul Fitri maupun Idul Adha dengan hari yang berbeda yakni antara satu ORMAS dengan ORMAS yang lainnya terpaut satu hari. Dan anehnya masing-masing saling merasa benar dengan argumentasinya sendiri-sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tanpa harus terjebak pro kontra seputar lebaran, mari kita lihat landasan pemikiran mereka, sehingga kita tidak akan serta merta meng-amini setiap ucapan ketua ORMAS kita! Ingat ORMAS yang anda ikuti tidak akan menjamin anda masuk syurga! Namun sebaliknya jika dengan berfanatik pada satu ORMAS tertentu umat islam terpecah belah, bisa di pastikan mereka hanya akan masuk neraka bersama-sama! Tahu kenapa? Karena mereka lebih mempercayai perkataan ketua umum ORMASnya daripada perintah Alqur’an.<span id="more-45"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoBodyTextIndent">Dalam Alqur’an ada beberapa ayat yang menjadi rujukan<span>  </span>para <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">pakar Ilmu <i>hisab</i></span> (pihak yang menetapkan<span>  </span>jatuhnya awal<span>  </span>Ramadhan dan 1 syawwal dengan menggunakan metode perhitungan teoritis-matematis, tanpa harus ada pembuktian di lapangan). Yakni QS Yunus ayat 5 dan al isro’ ayat 12. Namun jika kita jeli menyimak kedua ayat tersebut, maka kita akan segera tahu bahwa kedua ayat tersebut hanya memberikan informasi yang bersifat umum, yakni agar manusia mempelajari ilmu <i>hisab &#8211; falak</i> (astronomi).<span dir="rtl"></span></p>
<h1><span style="font-size:13pt;">لتعلموا عدد السنين والحساب</span><span></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span> </span>Di sana tidak ada perintah Allah agar kita mentapkan awal puasa dan lebaran dengan ilmu Hisab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pihak<span>  </span>pro <i>Rukyat</i> berbeda pandangan, dalam hal ini mereka berpedoman pada firman Allah dalam alqur’an surat Albaqoroh 185, Allah dengan tegas menjelaskan, bahwa kewajiban puasa adalah berdasarkan kesaksian &#8216;melihat bulan&#8217; secara langsung ( ru’yat )</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">.</span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl" style="font-size:13pt;"><span dir="rtl"></span> فمن شهد منكم الشهر فليصمه</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahkan Allah juga merintahkan agar kita menyempurnakan jumlah puasa kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span dir="rtl" style="font-size:14pt;">ولتكبرو الله على ما هداكم</span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span> </span><span dir="rtl" style="font-size:14pt;">ولتكملوا العدة</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent">Melihat<span>  </span>kedua kubu yang memakai<span>   </span>Alqur’an untuk membenarkan asumsi mereka, maka dapat dipastikan akan sering terjadi perbedaan hari 1 Syawal maupun hari Idul adha! Ditambah dengan pihak yang suka mengikuti <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">ketetapan lebaran diMekah padahal mereka tinggal di Indonesia</span>.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent">Idul fitri yang seharusnya ditandai dengan kesucian hati untuk meraih kemenangan, justru <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">ditaburi bibit-bibit</span> pertentangan antar ORMAS. Mengapa para pakar atau ulama dari masing-masing ORMAS tersebut hanya makmum <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">pada hawa nafsunya</span> untuk selalu <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">tampil beda</span>?<span>  </span>mengapa mereka<span>  </span>tidak bersatu padu sehingga citra Islam tidak semakin terpuruk dan hancur berantakan akibat keasyikan mereka untuk <i><span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">wathon suloyo</span></i>.<b><i></i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Kalau para pemimpin ORMAS memang orang yang bertaqwa dan mencintai Allah di atas segalanya, pastilah mereka tidak merasa berkeberatan untuk bermusyawarah demi persatuan dan kemaslahatan umat islam. Bukannya malah sibuk mencari alasan pembenar egonya masing-masing!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sebenarnya antara ilmu Hisab dan Rukyat tidak pernah bertentangan, keduanya berjalan beriringan, tapi sifat egois manusialah yang membenturkan antara keduanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span>Ilmu Hisab bertugas membuat rumusan matematis dan memprediksikan awal bulan, sedangkan Rukyat berfungsi sebagai <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">pembuktian</span>nya di lapangan. Jika para pakar ilmu Hisab bersikap objektif dan tidak egois, tentu mereka tidak menolak teorinya diuji di lapangan dengan cara Rukyat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span>Bukankah kita sering mendengar <span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">RAMALAN CUACA</span><b><i><span style="font-size:11pt;">?</span></i></b> Apakah semua prediksi hujan itu benar?<span>   </span>Jika anda pernah bermain PS, lalu anda bermain sepak bola dan tim pilihan anda dapat memukul Brazil 6-0!<span>  </span>Nah, benarkan anda sehebat itu? Semua orang akan bilang, itu kan Cuma mainan di <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">PS, bo</span>!? Nah, apakah dunia harus mempercayai bahwa team pilihan anda adalah jawara didunia <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">sepak bola?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Jika kita mau jujur dan hanya mencari <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">ridho Allah</span> dunia akhirat, pasti kita mau <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">bercermin</span> atas kebodohan dan kesombongan kita yang sementara ini <span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">;ebih mencintai</span><span style="font-size:11pt;"> </span>ORMAS dan <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">mentaati </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">pimpinan yang belum tentu benar</span> daripada Allah dan Rasulullah saw! Bukankah Puasa dan Idul Fitri atau Idul Adha adalah Syari’at Allah? Maka yang berhak menentukan kapan waktunnya adalah Allah dan RasulNya, bukan? Sehingga niat kita puasa atau berbuka pun <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">Lillahi-Ta’ala</span> (karena menjalankan perintah Allah),<span>   </span>bukan Karena SK ORMAS anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Allah sangat menghargai dan memuji ilmu pengetahuan (almujadilah ayat 11), namun bukan ilmu yang di-pertuhan-kan dan di-imani melebihi Al Qur’an dan hadis Nabi! Bukankah sepanjang hayat<span>  </span>Rasulullah saw selalu mengajarkan, bahwa penetapan awal puasa atau lebaran harus dengan Rukyat, meskipun saat itu umat Islam sudah menguasai ilmu Hisab?! Sehingga setiap menyambut bulan sabit yang muncul di ufuk barat beliau pun<span>  </span>berdoa agar kemunculan bulan sabit itu membawa berkah dan kedamaian. (hadis Adzkar nawawi)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span>Memang<span>  </span>antara prediksi ilmu Hisab dan Rukyat kadang bersamaan, namun tidak jarang<span>  </span>teori ilmu Hisab itu meleset. Karena realita di lapangan berbeda dengan angka-angka rumusan ilmu Hisab.<span>  </span>Jika para pakar ilmu Hisab mewajibkan puasa atau lebaran berdasarkan teorinya tanpa menghiraukan ayat rukyat dan sunnah nabi saw, maka dikhawatirkan mereka termasuk <i><span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">ahli Bid&#8217;ah dholalah</span></i><span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;"> (sesat</span><b><i><span style="font-size:11pt;">)</span></i></b>, karena telah membuat syari’at di luar ajaran Rasulullah saw! Bahkan Allah pun mengutuk keras sikap arogan ilmuwan semacam itu sebagai orang <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">munafiq </span>yang tidak mempan oleh sentuhan firman Allah, matanya telah buta, telinganya telah tuli dan hatinya telah membatu…. Jika mereka tidak segera bertaubat, maka Siapa yang akan mampu menolongnya dari laknat dan siksa Allah?( al jatsiyah ayat 23).</p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;"> </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent">Jika kita mencermati hadis-hadis yang dijadikan ajang kontroversi ahli Hisab-Rukyat, ternyata bersumber dari hadis-hadis sohih riwayat Imam Muslim(Sohih Muslim, hal 437-438 ) yang berasal dari<span>  </span>dua sahabat, yakni <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">Abu Hurairoh</span> (sahabat senior) dan <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">Ibnu Umar</span> (sahabat yunior). Baik hadis<span>  </span>versi Abu Hurairoh maupun Abdulloh bin Umar<span>  </span>ternyata sama-sama <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">menitik-beratkan</span> pada Rukyat. Adapun hadis yang<span>  </span>ditengarai memicu kontroversi adalah sebagai berikut:</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="text-align:center;text-indent:3.4pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><span style="font-size:13pt;">لا تصوموا حتى تروا الهلال ولا تفطروا حتى تروه فإن اغمي عليكم فاقدروا له*</span><span dir="ltr" style="font-size:13pt;"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><i>Kalian jangan berpuasa sebelum melihat bulan! Dan jangan berlebaran sebelum melihat bulan pula! Jika bulan belum muncul, maka perhitungkanlah<span>  </span>yang cermat!</i></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="text-align:center;text-indent:3.4pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><span style="font-size:13pt;">فصوموا لرؤيته وافطروا لرؤيته وإن غم عليكم فاقدروا له ثلاثين*</span><span style="font-size:14pt;"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align:justify;"><i>Berpuasalah jika kalian melihat bulan! Dan<span>  </span>berlebaranlah jika kamu melihat bulan! Tapi jika bulan belum kelihatan, maka hitunglah usia bulan 30 hari!</i></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="text-align:justify;">Kedua hadis tersebut adalah versi redaksi Ibnu Umar, sedangkan versi Abu Hurairoh justru lebih tegas Rasulullah saw. bersabda:</p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" dir="rtl" style="text-align:center;text-indent:0;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><span style="font-size:13pt;">فصوموا لرؤيته وافطروا لرؤيته وإن غم عليكم فصوموا<span>  </span>ثلاثين</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span><i>Berpuasalah jika kamu sudah melihat<span>  </span>bulan( rukyat ), lalu berbukalah ( lebaran ) jika kamu sudah melihat bulan, tapi jika bulan tidak kelihatan maka puasalah 30 hari:</i></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Kalau kita jeli mencermati hadis versi Ibnu Umar dan<span>   </span>Abu Hurairoh, maka sebenarnya Rasulullah saw menginstruksikan, agar kita menggabungkan antara Hisab dan Rukyat. Bukan malah membenturkannya! Jika di awal sabdanya beliau melarang kita berlebaran sebelum ada kepastian<span>  </span>&#8216;melihat bulan&#8217; (<span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">Rukyat</span>), maka sungguh <span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">tidak masuk akal</span><b><i>,</i></b> jika akhirnya beliau menyuruh kita cukup mengandalkan teori (<span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">Hisab</span>) yang tanpa pembuktian. Untuk itu <i>beliau menyuruh kita agar menghitung usia bulan genap 30 hari!</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Nah, siapapun anda yang merasa sebagai ummat Muhammad saw, maka kembalilah kepada hukum Allah dan Rasulullah saw. Bersatulah demi kejayaan Islam dan Ridho-NYA! Silahkan<span>  </span>anda<span>   </span>memprediksikan lebaran, tapi untuk pelaksanaannya tunggulah hasil Rukyatnya. <span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Jika anda tetap ngotot meng<span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">-</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">IMANI</span> dan meng-<span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">AMINI</span> teori ilmu <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">HISAB</span> tanpa peduli realita <span style="font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">RUKYAT</span>, maka ibarat anda sedang<span>  </span>naik angkot yang disopiri oleh anak TK kecil yang cuma jago main <span style="font-size:11pt;">balapan di PS</span>?! Atau anda naik bis malam dengan<span>  </span>sopir yang mabok+ugal-ugalan?! Anda tetap berharap sampai tujuan dengan selamat? <span style="font-size:11pt;font-family:'Americana XBdCn BT',serif;">Mimpi kali</span>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahdamjad.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahdamjad.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=45&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2008/01/15/seputar-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Santri Blangkon untuk IAI</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/09/08/doa-santri-blangkon-untuk-iai/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/09/08/doa-santri-blangkon-untuk-iai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2007 15:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isi Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Doa untuk IAI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahdamjad.wordpress.com/2007/09/08/doa-santri-blangkon-untuk-iai/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Sun puji.. datheng ngarsane gusti Kulo nyuwun rahayu basuki                                      
Duh Pengeran kulo nyuwun pangayoman. Mugi gegadhangan biso kasembadan
&#160;
Wis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=32&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><em>Sun puji.. datheng ngarsane gusti Kulo nyuwun rahayu basuki                                      </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><em>Duh Pengeran kulo nyuwun pangayoman. Mugi gegadhangan biso kasembadan</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em>Wis cumawis guru lan santri agami, Ing IAI anggen kitho sesami ngaji</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em>Nyuwun dungo mugi paringa raharjo. Anggen kitho badhe anggebyar agama</em><span id="more-32"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em>Mugi sedhayaning kang nyantri agama. Mugi sdoyo kalising ing sambikolo</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em>Kang bechik ketitik kang olo pada ketara. Rahayu widodo santri IAI tetep jaya</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong>Terjemah Bebas:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Saya memohon kehadirat Tuhan</span><span dir="rtl" style="font-family:Arial,sans-serif;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Minta keselamatan dan kesuksesan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Wahai Tuhan Saya meminta perlindungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Moga cita-cita bisa terlaksana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Telah<span>  </span>tersedia dosen dan mahasiswa </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Di IAI tempat kami belajar agama bersama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Kami mohon do&#8217;a restu <span> </span>moga diberikan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>keberhasilan dalam menyebarkan agama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Semoga semua orang yang belajar agama </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Selamat dari segala mara bahaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Yang benar dan <span> </span>yang salah pasti terlihat nyata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Moga slamat dan berhasil<span>  </span>mahasiswa IAI tetap jaya</span></p>
<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri,sans-serif;"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:left;text-indent:0;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahdamjad.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahdamjad.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=32&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/09/08/doa-santri-blangkon-untuk-iai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koleksi Buku dan Makalah</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/09/08/koleksi-buku/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/09/08/koleksi-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2007 09:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUKU ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[Buku dan Makalah Buat temen-temen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahdamjad.wordpress.com/2007/09/08/koleksi-buku/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Saya sengaja mengumpulkan buku-buku serta makalah-makalah yang bisa membantu memudahkan anda semua untuk mencari bahan kuliah.
untuk para pembaca yang budiman khususnya mahasiswa IAI, bila anda membutuhkan data-data pendukung seperti buku, makalah, jurnal dan sebagainya, anda cukup tinggalkan pesan anda di kolom Comment bila memang saya punya akan segera saya tampilkan.
Cara download: klik kanan lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=25&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> <a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/00bluerosehello.gif" title="00bluerosehello.gif"><img src="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/00bluerosehello.thumbnail.gif" alt="00bluerosehello.gif" /></a></p>
<p>Saya sengaja mengumpulkan buku-buku serta makalah-makalah yang bisa membantu memudahkan anda semua untuk mencari bahan kuliah.</p>
<p>untuk para pembaca yang budiman khususnya mahasiswa IAI, bila anda membutuhkan data-data pendukung seperti buku, makalah, jurnal dan sebagainya, anda cukup tinggalkan pesan anda di kolom <em><strong>Comment</strong></em> bila memang saya punya akan segera saya tampilkan.</p>
<p>Cara download: klik kanan lalu pilih <strong><em>save as target</em></strong>. atau   <strong><em>save link as.</em></strong><br />
tinggal tunggu aja..selamat mencoba</p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pendidikan-ham.pdf" title="HAM melalui Multikultural">HAM melalui Multikultural                                                     </a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/toleransi-beragama.doc" title="toleransi-beragama.doc">toleransi-beragama.doc<br />
</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/kebudayaan.ppt" title="kebudayaan.ppt">kebudayaan.ppt</a></p>
<p><strong>MK bahasa Arabnya Mr.Fu :</strong></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/bahasa-arab.doc" title=" Mr.Fu">1Bahasa Arab: Mr.Fu</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pelajaran-01.pdf" title="Shorf_01.pdf">Shorf_01.pdf</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pelajaran-01.pdf" title="Shorf_01.pdf"><span id="more-25"></span></a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pelajaran-02.pdf" title="Shorf_02.pdf">Shorf_02.pdf</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pelajaran-02a.pdf" title="Shorf_02A.pdf">Shorf_02A.pdf</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pelajaran-03.pdf" title="pelajaran-03.pdf">pelajaran-03.pdf</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pelajaran-04.pdf" title="pelajaran-04.pdf">pelajaran-04.pdf</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pelajaran-05.pdf" title="pelajaran-05.pdf">pelajaran-05.pdf</a></p>
<p><strong>Kumpulan Tulisan Bapak Chudlori Umar :</strong></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/pendidikan-islam-kontemporer.pdf" title="pendidikan-islam-kontemporer.pdf">pendidikan-islam-kontemporer.pdf</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/tafsir-basmalah-dan-hamdalah.pdf" title="tafsir-basmalah-dan-hamdalah.pdf">tafsir-basmalah-dan-hamdalah.pdf</a></p>
<p><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/surah-al-baqarah.pdf" title="surah-al-baqarah.pdf">surah-al-baqarah.pdf</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahdamjad.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahdamjad.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=25&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/09/08/koleksi-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/09/00bluerosehello.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">00bluerosehello.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TOKOH</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/10/tokoh/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/10/tokoh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2007 18:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[TOKOH-TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/10/tokoh/</guid>
		<description><![CDATA[Sayyid  Muhammad  ibn Alawi  Al-Maliki
(1365-1425 H / &#8211; 2004M)
Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=8&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/sayyid.jpg" title="Tautan langsung ke berkas"><img src="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/sayyid.thumbnail.jpg?w=84&#038;h=128" height="128" width="84" /></a><span style="font-size:18pt;">Sayyid  Muhammad  ibn Alawi  Al-Maliki</span></p>
<p><strong>(1365-1425 H / &#8211; 2004M)</strong></p>
<p>Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki, dekat Bab As-salam<span id="more-8"></span></p>
<p>Ayah beliau, <strong>Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki</strong> (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah. Disamping aktif dalam berdawah baik di Masjidil Haram atau di kota kota lainnya yang berdekatan dengan kota Makkah seperti Thoif, Jeddah dll, Sayyid Alwi Almaliki adalah seorang alim ulama yang pertama kali memberikan ceramah di radio Saudi setelah salat Jumat dengan judul &#8220;Hadist al-Jumah&#8221;. Begitu pula ayah beliau adalah seorang Qadhi yang selalu di panggil masyarakat Makkah jika ada perayaan pernikahan.</p>
<p>Selama menjalankan tugas da&#8217;wah, Sayyid Alwi bin Abbas Almaiki selalu membawa kedua putranya Muhammad dan Abbas. <span>Mereka berdua selalu mendampinginya kemana saja ia pergi dan berceramah baik di Makkah atau di luar kota Makkah. Adapun yang meneruskan perjalanan dakwah setelah wafat beliau adalah Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dan Sayyid Abbas selalu berurusan dengan kemaslahatan kehidupan ayahnya.</span></p>
<p><span>Sebagaimana adat para <em><strong>Sadah </strong></em> dan <em><strong>Asyraf </strong></em> ahli Makkah, Sayyid Alwi Almaliki selalu menggunakan pakaian yang berlainan dengan ulama yang berada di sekitarnya. Beliau selalu mengenakan jubbah, serban (imamah) dan burdah atau rida yang biasa digunakan dan dikenakan Asyraf Makkah.</span></p>
<p><span>Setelah wafat Sayyid Alwi Almaiki, anaknya Sayyid Muhammad tampil sebagai penerus ayahnya. Dan sebelumnya ia selalu mendapatkan sedikit kesulitan karena ia merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah ia melanjutkan studi dan ta&#8217;limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan <strong>Universitas al-Azhar Assyarif</strong> merupakan pilihanya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidi Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universiatas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil menggarap untuk membuka majlis ta&#8217;lim dan pondok di rumah beliau.</span></p>
<p><span>Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjid haram atau di rumah beliau tidak berpoin kepada ilmu tertentu seperti di Universitas. Akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan semua bisa mencicipi apa yang diberikan Sayyid Maliki. Maka dari itu beliau selalu menitik-beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama-sama. </span></p>
<p><span>Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di mana negara saja kita dapatkan murid beliau, di India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dahwah sayid Muhammad Almaliki, ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit dari murid2 beliau yang masuk ke dalam pemerintahan.</span></p>
<p><span>Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari pula beliau telah berusaha mendirikan pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari seluruh penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku. Setelah beberapa tahun belajar para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama.</span></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">Sayid Muhammad Almaliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih-lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah.</span></strong><span> Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan <em>thariqah</em>nya. </span></p>
<p><span>Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan menklirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang jitu bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta&#8217;lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki, mereka pintar-pintar dan terpelajar. Di samping menguasai bahasa Arab, mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan <em>marja&#8217;</em> dan reference di negara-negara mereka.</span></p>
<p><strong><span>Tulisan Beliau</span></strong><span></span></p>
<p><span>Di samping tugas beliau sebagai da&#8217;i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. <u>Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya</u>, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab2 beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll. </span></p>
<p><span>Sayyid Muhammad merupakan seorang penulis prolifik dan telah menghasilkan hampir seratus buah kitab. Beliau telah menulis dalam pelbagai topik agama, undang-undang, social serta sejarah, dan kebanyakan bukunya dianggap sebagai rujukan utama dan perintis kepada topik yang dibicarakan dan dicadangkan sebagai buku teks di Institusi-institusi Islam di seluruh dunia. </span>Kita sebutkan sebahagian hasilnya dalam pelbagai bidang:</p>
<p><strong>Aqidah:</strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Mafahim Yajib an Tusahhah</li>
<li class="MsoNormal">Manhaj As-salaf fi Fahm      An-Nusus</li>
<li class="MsoNormal">At-Tahzir min at-Takfir</li>
<li class="MsoNormal">Huwa Allah</li>
<li class="MsoNormal">Qul Hazihi Sabeeli</li>
<li class="MsoNormal">Sharh ‘Aqidat al-‘Awam</li>
</ol>
<p><strong>Tafsir:</strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Zubdat al-Itqan fi ‘Ulum      al-Qur’an</li>
<li class="MsoNormal">Wa Huwa bi al-Ufuq al-‘A’la</li>
<li class="MsoNormal">Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi      ‘Ulum al-Quran</li>
<li class="MsoNormal">Hawl Khasa’is al-Quran</li>
</ol>
<p><strong>Hadith:</strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Al-Manhal al-Latif fi Usul      al-Hadith al-Sharif</li>
<li class="MsoNormal">Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi      ‘Ilm Mustalah al-Hadith</li>
<li class="MsoNormal">Fadl al-Muwatta wa Inayat      al-Ummah al-Islamiyyah bihi</li>
<li class="MsoNormal">Anwar al-Masalik fi      al-Muqaranah bayn Riwayat al-Muwatta lil-Imam Malik</li>
</ol>
<p><strong>Sirah:</strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Muhammad (Sallallahu Alaihi Wasallam)      al-Insan al-Kamil</span></li>
<li class="MsoNormal">Tarikh al-Hawadith wa      al-Ahwal al-Nabawiyyah</li>
<li class="MsoNormal">‘Urf al-Ta&#8217;rif bi al-Mawlid      al-Sharif</li>
<li class="MsoNormal">Al-Anwar al-Bahiyyah fi      Isra wa M’iraj Khayr al-Bariyyah</li>
<li class="MsoNormal">Al-Zakha’ir      al-Muhammadiyyah</li>
<li class="MsoNormal">Zikriyat wa Munasabat</li>
<li class="MsoNormal">Al-Bushra fi Manaqib      al-Sayyidah Khadijah al-Kubra</li>
</ol>
<p><strong>Usul:</strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi      Usul al-Fiqh</li>
<li class="MsoNormal">Sharh Manzumat al-Waraqat      fi Usul al-Fiqh</li>
<li class="MsoNormal">Mafhum al-Tatawwur wa      al-Tajdid fi al-Shari‘ah al-Islamiyyah</li>
</ol>
<p><strong>Fiqh:</strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Al-Risalah al-Islamiyyah      Kamaluha wa Khuluduha wa ‘Alamiyyatuha</li>
<li class="MsoNormal">Labbayk Allahumma Labbayk</li>
<li class="MsoNormal">Al-Ziyarah al-Nabawiyyah      bayn al-Shar‘iyyah wa al-Bid‘iyyah</li>
<li class="MsoNormal">Shifa’ al-Fu’ad bi Ziyarat      Khayr al-‘Ibad</li>
<li class="MsoNormal">Hawl al-Ihtifal bi Zikra      al-Mawlid al-Nabawi al-Sharif</li>
<li class="MsoNormal">Al-Madh al-Nabawi bayn      al-Ghuluww wa al-Ijhaf</li>
</ol>
<p><strong>Tasawwuf:</strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Shawariq al-Anwar min      Ad‘iyat al-Sadah al-Akhyar</li>
<li class="MsoNormal">Abwab al-Faraj</li>
<li class="MsoNormal"><span>Al-Mukhtar min Kalam al-Akhyar </span></li>
<li class="MsoNormal">Al-Husun al-Mani‘ah</li>
<li class="MsoNormal">Mukhtasar Shawariq al-Anwar</li>
</ol>
<p><strong>Lain-lain:</strong></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Fi Rihab al-Bayt al-Haram (Sejarah Makkah)</span></li>
<li class="MsoNormal">Al-Mustashriqun Bayn      al-Insaf wa al-‘Asabiyyah (Kajian Berkaitan Orientalis)</li>
<li class="MsoNormal"><span>Nazrat al-Islam ila al-Riyadah (Sukan dalam      Islam)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da‘wah ila      Allah (Teknik Dawah)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Ma La ‘Aynun Ra’at (Butiran Syurga)</span></li>
<li class="MsoNormal">Nizam al-Usrah fi al-Islam      (Peraturan Keluarga Islam)</li>
<li class="MsoNormal"><span>Al-Muslimun Bayn al-Waqi‘ wa al-Tajribah      (Muslimun, Antara Realiti dan Pengalaman)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kashf al-Ghumma (Ganjaran Membantu Muslimin)</span></li>
<li class="MsoNormal">Al-Dawah al-Islahiyyah      (Dakwah Pembaharuan)</li>
<li class="MsoNormal"><span>Fi Sabil al-Huda wa al-Rashad (Koleksi      Ucapan)</span></li>
<li class="MsoNormal">Sharaf al-Ummah      al-Islamiyyah (Kemulian Ummah Islamiyyah)</li>
<li class="MsoNormal"><span>Usul al-Tarbiyah al-Nabawiyyah (Metodologi      Pendidikan Nabawi) </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Nur al-Nibras fi Asanid al-Jadd al-Sayyid      Abbas (Kumpulan Ijazah Datuk beliau, As-Sayyid Abbas)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Al-‘Uqud al-Lu’luiyyah fi al-Asanid      al-Alawiyyah (Kumpulan Ijazah Bapa beliau, As-Sayyid Alawi)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Al-Tali‘ al-Sa‘id al-Muntakhab min      al-Musalsalat wa al-Asanid (Kumpulan Ijazah)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Al-‘Iqd al-Farid al-Mukhtasar min al-Athbah      wa al-Asanid (Kumpulan Ijazah)</span></li>
</ol>
<p><span>Senarai di atas merupakan antara kitab As-Sayyid Muhammad yang telah dihasilkan dan diterbitkan. Terdapat banyak lagi kitab yang tidak disebutkan dan juga yang belum dicetak.Kita juga tidak menyebutkan banyak penghasilan turath yang telah dikaji, dan diterbitkan buat pertama kali, dengan nota kaki dan komentar dari As-Sayyid Muhammad. Secara keseluruhannya, sumbangan As-Sayyid Muhammad amat agung.Banyak hasil kerja As-Sayyid Muhammad telah diterjemahkan ke pelbagai bahasa.</span></p>
<p><span>Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red.) bersinar layaknya suatu kemilau mutiara. Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka. </span></p>
<p><span>Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.). Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah menggunakan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf. </span></p>
<p><span>Pada akhir hayatnya yang berkenaan dengan adanya kejadian teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syeikh sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti <strong>&#8220;Hiwar Fikri&#8221;</strong> di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 Dhul Q&#8217;idah 1424 H dengan judul <em><strong>&#8220;Al-qhuluw wal I&#8217;tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah&#8221;</strong></em>, di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang <em>thatarruf</em> atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist. Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul <em><strong>&#8220;Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama&#8221;</strong></em>. Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da&#8217;wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas.</span></p>
<p><span>Pada tg 11/11/1424, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da&#8217;wah.</span></p>
<p><span>Beliau wafat meninggalkan 6 putra, Ahmad, Abdullah, Alwi, Ali, al- Hasan dan al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini .</span></p>
<p>Beliau wafat hari jumat tg 15 ramadhan 1425 dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma&#8217;la disamping kuburan istri Rasulallah Khadijah binti Khuailid ra. Dan yang menyaksikan penguburan beliau seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negri. Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, semua menyaksikan janazah beliau setelah disembahyangkan di Masjidil Haram ba&#8217;da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. <span>Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza&#8217;. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Semoga kita bisa meneladani beliau. </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Amien.</span></p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://www.almihrab.com/">http://www.almihrab.com/</a><br />
<a href="http://muslimdelft.nl/titian_ilmu/biografi/assayyid_muhammad_ibn_alawi_almaliki_pembina_calon_ulama_indonesia_3.php">http://muslimdelft.nl/titian_ilmu/biografi/</a><br />
<a href="http://www.asyraaf.com/v2/manaqib.php?op=2&amp;id=15">http://www.asyraaf.com/v2/manaqib.php?op=2&amp;id=</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahdamjad.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahdamjad.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=8&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/10/tokoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/sayyid.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ad-Dien / Agama Menurut Qur&#8217;an</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/09/ad-dien-agama-menurut-quran/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/09/ad-dien-agama-menurut-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2007 01:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Menurut Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/09/ad-dien-agama-menurut-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Ad-Dien
 
Para pemikir Barat tidak sepakat dalam memberikan definisi agama, masing-masing mendefinisikan agama dari sudut yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan dangkalnya pemahaman mereka terhadap agama. Dalam Encyclopedia of Philosophy, philosof-philosof terkenal memberikan definisi masing-masing, ada yang mengatakan agama itu tidak lebih daripada konsep morality / akhlak, ada juga yang mengatakan agama itu sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=7&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Pengertian Ad-Dien</span></strong><a title="Tautan langsung ke berkas" href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/abu-fariq.jpg"><img src="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/abu-fariq.jpg?w=128&#038;h=128" alt="" width="128" height="128" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Para pemikir Barat tidak sepakat dalam memberikan definisi agama, masing-masing mendefinisikan agama dari sudut yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan dangkalnya pemahaman mereka terhadap agama. Dalam Encyclopedia of Philosophy, philosof-philosof terkenal memberikan definisi masing-masing, ada yang mengatakan agama itu tidak lebih daripada konsep <em>morality </em>/ <em>akhlak</em>, ada juga yang mengatakan agama itu sesuatu yang menyentuh hal-hal <em>ruhaniyyah </em>/ <em>spiritual</em> saja, ada pula yang mendefinisikan agama dengan <em>ritual </em>/ <em>upacara</em> penyembahan.<span id="more-7"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Sejak abad ke 4 sebelum Masehi lagi, falsafah adalah merupakan sumber pemikiran Barat. Plato dan Aristoteles berpendapat bahwa alam<span> </span>ini<span> </span>ada dengan sendirinya (<em>Being qua being</em>), tidak ada kaitan dengan kekuasaan tuhan.<span> </span>Kemudian pada abad ke 17 masehi Barat mengalami <em>paradigm shift</em> (perubahan paradigma) mereka tidak lagi berkiblat pada filsafat aristoteles, akan tetapi mereka mulai memberikan perhatian kepada filsafat yang baru muncul pada <em>era enlightment</em>, yaitu positivisme.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dengan lahirnya paradigma yang dipelopori oleh Isaac Newton ini, <em>metaphysic</em> (yang mana agama dimasukkan kedalam salah satu kategorinya) dipisahkan daripada sains.<span> </span><em>Sains</em> dijadikan sesuatu yang mutlak, tidak diragukan kebenarannya kerana sains dihasilkan melalui <em>scientific methods</em> (eksperimen, verifikasi dll.) sedangkan <em>metaphysic</em> dan agama menurut Hume adalah berdasarkan illusi semata-mata. Dengan keangkuhan mereka agama mulai disudutkan, agama dikatakan <em>opium</em> yang merusak manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dalam era inilah<span> </span>Sekularisasi dihasilkan sebagai senjata untuk melawan pengaruh agama terhadap manusia. Menurut Prof. al-Attas (ketua ISTAC) Sekularisasi adalah suatu program falsafah yang beroperasi untuk mematerialisasikan alam (<em>disenchantment of nature</em>) menafikan kesakralan politik (<em>desacralization of politics</em>) menghapuskan nilai-nilai luhur (<em>deconsecration of values</em>). Seorang sosiologis Jerman Max weber<span> </span>tidak menafikan hal ini bahkan dia menyimpulkan bahwa tujuan <em>sekularisasi</em> adalah untuk membebaskan alam ini dari pengaruh petunjuk ajaran agama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Tidak heran apabila kebanyakan pemeluk agama hanya menumpukan pada akhlak, spiritual, dan ritual. Agama menurut pandangan mereka harus terpisah dengan kehidupan nyata, agama tidak boleh mencampuri urusan politik, ekonomi dan sosial. Agama hanyalah tempat <em>ritual</em> yang dikunjungi pada waktu-waktu tertentu. Tetapi bagi ummat Islam apakah hal ini berlaku pada Islam? Sejauh manakah peranan agama dalam <em>perspektif</em> <span> </span>Islam dalam mengatur kehidupan manusia?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong>Kajian Bahasa</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Agama dalam konsep Islam disebut <strong><em>Dien</em></strong> Kata <strong><em>Ad-Din</em></strong> berasal dari kata <strong><span dir="rtl">دان يدين و دينا</span></strong><span> </span><span>yang berarti <em>tanggungan, hutang, keharusan penegakan peraturan.</em> <em>Ad-Din</em> adalah huatang yang harus dibayar dan dipertanggung jawabkan, atau peraturan yang harus dilaksanakan. Dalam kamus Bahasa Arab disebutkan beberapa kemungkinan makna </span><strong><span dir="rtl">دين</span></strong><span> dalam Al-Qur’an diantaranya adalah : 1) </span><strong><span dir="rtl">السلطان والحكم</span></strong><strong><span> </span></strong><span>= kekuasaan, 2) </span><strong><span dir="rtl">الطاعة</span></strong><strong><span> </span></strong><span>=ketaatan, 3) </span><strong><span dir="rtl">الجزأ</span></strong><strong><span> </span></strong><span>= pembalasan, 4) </span><strong><span dir="rtl">العادة</span></strong><span> = kebiasaan, 5) </span><strong><span dir="rtl">الحساب</span></strong><strong><span> </span></strong><span>= perhitungan, 6) </span><strong><span dir="rtl">الملة</span></strong><span> = agama.<a title="_ftnref1" name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span>Penggunaan kata <em>Ad-Din </em>dalam Al-Qur’an </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Al-Qur’an mengungkapkan kata <em>Ad-Din </em>sebanyak 92 kali. Secara umum kata <em>Ad-Din</em> diungkap pada surat-surat Makiyah sebanyak 47 kali. Dan pada surat-surat Madaniyah sebanyak 45 kali. Melihat pengungkapan kata <em>Ad-Din</em> pada ayat Makiyah dan Madaniyah, maka dapat pula dikatakan bahwa porsi kata <em>Ad-Din</em> pada keduanya berimbang. Walaupun lebih banyak pada surat-surat Makiyah. Kondisi ini mengindisikasikan bahwa di Makkah dakwah Islam untuk memperkenalkan ajaran yang dibawa Muhammad, sedangkan pada zaman Madaniyah lebih pada penataan atau pendalaman <em>Ad-Din</em>. </span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:142.05pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span>Ayat Makiyah</span></strong></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext #000000;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span>Ayat Madaniyah</span></strong></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext #000000;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span>Pola Ayat</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>36</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>26</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="rtl">دِينِ</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>-</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>5</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="rtl">دَينٍ</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>1</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>-</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="rtl">دِينِ</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>1</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>3</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="rtl">دِينًا</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>2</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>9</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="rtl">دِينُكُم</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>-</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>2</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="rtl">دِينِهِ</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>5</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>5</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="rtl">دِينِهِم</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142.05pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid #000000 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>2</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span>1</span></p>
</td>
<td style="width:142.1pt;border-style:none solid solid none;border-width:medium 1pt 1pt medium;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="rtl">دِينِي</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Apabila mengkaji <em>ad-Din</em> dalam ayat-ayat Al-Qur’an, dapat ditari kesimpulan bahwa kata <em>Ad-Din</em> mengandung empat makna yang saling terjalin satu sama lainnya dan tak dapat dipisahkan. Karena makna satu dengan makna yang lain saling menjelaskan, sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Makna-makna tersebut adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Penyerahan Diri </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">إن الدين عند الله الإسلام وما اختلف الذين أوتوا الكتاب إلا من بعد ما جاءهم العلم بغيا بينهم ومن يكفر بآيات الله فإن الله سريع الحساب</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”.</span></em><span> (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 19)md.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Makna <em>Ad-Din</em> pada ayat diatas yakni, kepatuhan kepada Allah dan ketetapan-Nya, berikrar dengan ucapan dan hati tanpa rasa takabur, tidakj menyekutukan-Nya dengan yang lain serta tidak pula berpaling dari-Nya. Aplikasinya dengan ibadah dan rendah diri (tunduk), taat pada perintah-Nya serta meninggalkan larangan-larangan-Nya.<a title="_ftnref2" name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">قل إني أمرت أن أعبد الله مخلصا له الدين</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><span dir="ltr">11</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span><span style="font-family:'Arabic Transparent';"> </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">وأمرت لأن أكون أول المسلمين</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><span dir="ltr">12</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>“Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.</span><span> </span></em><em><span>Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri&#8221;.</span></em><span>(Q.S. Az-Zumar [39]: 11-12)mk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dua ayat tersebut menjelaskan supaya manusia beribadah kepada Allah secara ikhlas. Penyembahan terhadap sesuatu hanya dapat terjadi karena seseorang merasa lebih lemah terhadap sesuatu yang memiliki kekuasaan dan kekuatan. Sehingga, dengan penyembahan ini si lemah merasa mendapat perlindungan dan terhindar dari rasa kekhawatiran dan ketakutan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Tegasnya, pada ayat tersebut bahwa seluruh alam semesta beserta isinya telah tunduk, taat, dan berserah diri pada kekuasaan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Kerajaan dan Kekuasaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perkataan <em>dien</em> <span> </span>juga mempunyai arti kerajaan (<em>judicious power</em>). Konsep ini sangat berkaitan dengan <em>tauhid uluhiyyah</em> yang merupakan perkara paling penting dalam aqidah Muslim. Seseorang itu tidak diterima imannya dengan hanya percaya kepada Allah sebagai <em>Rabb </em>akan tetapi ia hendaklah iman kepada Allah sebagai <em>Ilah</em>. Ini bermakna Allah adalah satu-satunya tuhan yang disembah, ditaati, Dialah penguasa dan Raja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">ما تعبدون من دونه إلا أسماء سميتموها أنتم وآبآؤكم ما أنزل الله بها من سلطان إن الحكم إلا لله أمر ألا تعبدوا إلا إياه ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.</span></em><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> </span></em><strong><em><span>(Qs: Yusuf:40)</span></em></strong><em><span>mk</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">قل يا أيها الناس إن كنتم في شك من ديني فلا أعبد الذين تعبدون من دون الله ولكن أعبد الله الذي يتوفاكم وأمرت أن أكون من المؤمنين</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>Katakanlah: &#8220;Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman&#8221;,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span>Tauhid uluhiyyah</span></em><span> ini yang membedakan <em>musyrikin </em>dengan <em>mu’minin</em>. Dari sinilah lahirnya Istilah <em>al-hakimiyyah</em> dimana seoarang muslim harus menerima <em>Syari’at</em> Allah dan tidak boleh tunduk kepada undang-undang buatan manusia. Kerana Allah Yang maha bijaksana dan maha mengetahui telah menetapkan hukum syari’ah yang sesuai untuk manusia untuk ditegakkan dan dipatuhi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Tunduk dan Patuh/Taat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">الله الذي جعل لكم الأرض قرارا والسماء بناء وصوركم فأحسن صوركم</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr"> </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">ورزقكم من الطيبات ذلكم الله ربكم فتبارك الله رب العالمين</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><span dir="ltr">64</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span><span style="font-family:'Arabic Transparent';"> </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">هو الحي لا إله إلا هو فادعوه مخلصين له الدين الحمد لله رب العالمين</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><span dir="ltr">65</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.</span></em><span> </span><em><span>Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.</span></em><span> (Q.S. Al-Mukmin [40]:64-65)mk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Kedua ayat tersebut menjelaskan, bahwa <em>Ad-Din</em> hanyalah milik Allah semata yaitu kekuasan mutlak (<em>absolute</em>) untuk menciptakan langit, bumi dan seisinya. Atas kekuasaan-Nya pula Allah mengharuskan manusia untuk tunduk dan mentaati segala perintah-Nya. Dalam ayat lain disebutkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">أفغير دين الله يبغون وله أسلم من في السماوات والأرض طوعا وكرها وإليه يرجعون</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”.</span></em><span> (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 83)md.<em><span> </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dalam ayat ini jelas Allah menegaskan, bahwa kekuasaan-Nya bersifat mutlak harus dipatuhi dan ditaati oleh semua seluruh makhluq-Nya, baik sukarela maupun terpaksa. Ayat ini menunjukkan bahwa <em>Ad-Din</em> hanyalah milik Allah semata, diakui atau tidak oleh makhluq <em>Ad-Din</em> berlaku mutlak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>d.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Pertanggung Jawaban </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Telah dijelaskan diatas bahwa kata <em>Daana</em> bisa menjadi <em>Dain</em> yang bermakna hutang. Dalam hal ini ia berkaitan erat dengan perwujudan manusia yang merupakan suatu hutang yang perlu dibayar(lihat surah <em>al-Baqarah:245), </em>manusia yang berasal dari tiada kemudian dicipta dan dihidupkan lalu diberi berbagai nikmat yang tak terhingga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Sebagai peminjam manusia sebenarnya tidak memiliki apa-apa, akan tetapi Pemilik sebenarnya adalah Allah S.W.T manusia hanyalah diamanahi untuk dipergunakan dalam ibadah. Oleh kerana tidak memiliki apa-apa, manusia tidak dapat membayar hutangnya  maka satu-satunya jalan untuk membalas budi adalah dengan beribadah, dan menjadi hamba Allah yang mana adalah tujuan daripada penciptaan manusia(<em>al-Dhariyat:56</em>) dan selanjutnya hutangpun harus dipertanggungjawabkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">إنما توعدون لصادق</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><span dir="ltr">5</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span><span style="font-family:'Arabic Transparent';"> </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">وإن الدين لواقع</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><strong><span dir="ltr">6</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>“Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar, dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi”.</span></em><span> (Q.S. Adz Dzaariyat [51]: 51-56)mk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Ayat ini menjelaskan kepada manusia kepada manusia bahwa semua yang dilakukan manusia baik/buruk, salah/benar akan mendapatkan pembalasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">وما أدراك ما يوم <span style="text-decoration:underline;">الدين</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><span dir="ltr">17</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span><span style="font-family:'Arabic Transparent';"> </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">ثم ما أدراك ما يوم <span style="text-decoration:underline;">الدين</span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><span dir="ltr">18</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">يوم لا تملك نفس لنفس شيئا والأمر يومئذ لله</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">(</span><span dir="ltr">19</span><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" dir="ltr">)</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> </span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>“Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah”.</span></em><span> (Q.S. Al-Infithar [82]: 17-19)mk.<em> </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:1.45pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span><span> </span></span></em><span>Makna <em>Ad-Din</em> diatas menginformasikan kapada kita bahwa hari Pembalasan sangatlah adil. Pada hari itu manusia tidak bisa untuk menolong dirinya sendiri, hanya amal masing-masing yang menentukan dirinya, yaitu mendapatkan kebahagiaan disisi Allah atau akan mendapatkan kesengsaraan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>e.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Fitrah untuk Menyempurnakan Tatanan Hidup</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pengertian yang lain ialah kecendrungan (<em>inclination</em>). Sudah menjadi <em>fitrah </em>manusia diciptakan mempunyai kecendrungan untuk percaya kepada perkara yang <em>supernatural</em>, percaya adanya tuhan yang mengatur alam semesta dan kuasa ghaib tidak bisa apa yang dicerna oleh indera manusia. Inilah yang dinamakan <em>dienul fitrah</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">فأقم وجهك للدين حنيفا فطرة الله التي فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;"><em>“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui</em><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">”</span></strong><em> </em>(al-Rum:30)<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;">Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia dan setiap bayi tang lahir sebagai seorang Muslim. Disamping itu sudah menjadi fitrah, manusia dijadikan oleh Allah sebagai makhluq <em>sosial</em> yang membutuhkan orang lain dalam pemenuhan kebutuhannya. Maka mau tidak mau manusia harus berkerjasama didalam menata kehidupannya <strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Kata <em>dana</em> juga berubah menjadi <em>Maddana</em>, dari kata ini lahirlah istilah <em>madinah </em>dan<em> madani</em>, maddana yang bermakna membangun dan  bermasyarakat, oleh karena itu madinah dan madani hanya boleh digunakan untuk masyarakat yang beragama dan bukan <em>sekuler</em>. Dari pengertian ini juga kita lihat bahwa hal ini berkaitan erat dengan konsep <em>khilafah</em> dimana manusia telah diamanahkan oleh Allah sebagai khalifahNya di muka bumi untuk memakmurkan  bumi dan membangun kedamaian dalam bermasyarakat yang sesuai dengan keinginan Allah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:1.45pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Arabic Transparent';">وعد الله الذين آمنوا منكم وعملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمنا يعبدونني لا يشركون بي شيئا ومن كفر بعد ذلك فأولئك هم الفاسقون</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>“<em>Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”.</em> (an-Nur:55)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span>Kesimpulan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dari beberapa definisi / maksud agama menurut Islam seperti yang telah diterangkan diatas, maka jelaslah agama menurut sudut pandangan Islam sangat berbeda dengan persepsi Barat, agama dalam Islam adalah cara hidup, cara berfikir, berideologi, dan bertindak. Agama meliputi sistem-sistem politik, ekonomi, sosial, undang-undang dan ketata-negaraan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Agama berperan dalam membentuk pribadi <em>insan kamil</em> disamping juga membentuk masyarakat yang <em>ideal</em>, agama menitik beratkan pembentukan moral dan spiritual sesebuah masyarakat tetapi tidak lupa juga membangun masyarakat dan membina pemerintahan yang kukuh dan berwibawa dimata dunia. Inilah yang dinamakan agama menurut Islam, jadi apa yang dianggap agama oleh barat adalah bukan agama (tidak lengkap) menurut Islam, ataupun Islam bukan hanya sekadar agama dalam pengertian Barat yang<span> </span>sempit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Kelima makna <em>Ad-Din</em> bila dirangkai dalam suatu kalimat akan berbunyi sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span>Ad-Din</span></em><span> adalah undang-undang atau peraturan penguasa alam semesta untuk digunakan sebagai pedoman hidup yang ditaati, dipatuhi, dan dimintai pertanggung jawaban; kebaikan dibalas baik, keburukan dibalas buruk pula. Dengan definisi ini <em>Ad-Din </em>mencakup segala aspek kehidupan yang mencakup masalah duniawi dan ukhrawi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Para ulama mendefinisikan <em>Ad-Din</em> sebagai sesuatu yang mampu mengatur segala kehidupan di dunia dan akhirat secara lengkap dan menyeluruh.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>D. Daftar Bacaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Al-Qur’an dan terjemahannya, Depag RI</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Madjrie, Abdurrahman, <em>Meluruskan Aqidah</em>, (Tim KB Pres: 2003) cet 1.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Munawwir, Ahmad Warson, <em>Kamus Al-Munawwir</em>, (Yogyakarta: Pustaka Progresiff: 1984).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Muhammad, Abi Ja’far (224-310 H), Ath Thabari, <em>Tafsir Ath Thabari,</em> (Beirut: 2001). Jilid V.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Al-Quraisyi, Ismail bin Katsir, <em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, Beirut: Resalah Puliser, 2001.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Bakie, Muhammad Fuad Abdul, <em>Nu’jamul Mufahras li Afadhil Qur’an</em>, Beirut: Dar El Marefah. 2005.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Asy-Syarafa, Ismail, <em>Ensiklopedi Filsafat. </em>Jakarta: Khalifa.2002</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;"> </span></strong></p>
<p><!--[if !supportFootnotes]-->demi kebaikan besama saya mohon pembaca mau membenarkan atau mengoreksi tulisan saya.</p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a title="_ftn1" name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Madjrie Abdurrahman, <em>Meluruskan Aqidah</em>, (Tim KB Press: 2003)cet I, hal 9</p>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="_ftn2" name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Abi Ja’far Muhammad (224-310), Ath Thabari, <em>Tafsir Ath Thabari</em>. Jilid V, hal 281.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahdamjad.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahdamjad.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=7&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/09/ad-dien-agama-menurut-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/abu-fariq.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Merenungkan kembali Fungsi Qur&#8217;an</title>
		<link>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/08/hello-world/</link>
		<comments>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/08/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2007 03:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fahdamjad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran the Last testament]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[
Al-qur’an Pedoman 
atau Mantera Penebus Dosa
Oleh : Abu Fariq
 
Al Qur&#8217;an ialah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang bernilai mu’jizat, diturunkannya melalui perantara Malikat Jibril as. Yang ditulis pada mushaf-mushaf, suatu ibadah bagi Muslim yang mempelajarinya, diriwayatkan kepada kita secara mutawattir (sempurna, pen) diawali dengan surah Al Fatihah dan diakhiri dengan surah  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=1&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><a href="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/boss.jpg"><img src="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/boss.thumbnail.jpg" /></a><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Al-qur’an Pedoman </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">atau Mantera Penebus Dosa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong>Oleh : </strong><strong>Abu Fariq</strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Al Qur&#8217;an</span><span> ialah firman Allah y</span><span>ang</span><span> diturunkan kepada N</span><span>abi Muhammad, yang bernilai mu’jizat, diturunkannya melalui perantara Malikat Jibril as. Yang ditulis pada mushaf-mushaf, suatu ibadah bagi Muslim yang mempelajarinya, diriwayatkan kepada kita secara <em>mutawattir</em> (sempurna, pen) diawali dengan surah Al Fatihah dan diakhiri dengan surah<span>  </span>An Naas,<a href="#_ftn1" title="_ftnref1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>sebagai petunjuk bagi manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span>Dari definisi diatas secara praktis Al Qur&#8217;an adalah “Wahyu Allah yang diterima oleh Nabi Muhmmad saw. Yang di interpretasikan dalam kehidupan beliau sehari-hari (dalam fungsional beliau sebagai rasul), berfungsi sebagai contoh dan petunjuk bagi umat Islam.</span><span id="more-1"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dewasa ini Al Qur&#8217;an yang dalam kedudukannya sebagai pedoman hidup bagi umat Islam ternyata semakin lama semakin jauh ditinggalkan oleh umat Islam. 1400 tahun yang lalu Allah SWT telah menginformasikan kepada kita, bahwa Al Qur&#8217;an lah satu-satunya petunjuk hidup yang paling benar:</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'MCS Erwah S_U normal.';">إن هذا القرآن يهدي للتي هي أقوم ويبشر المؤمنين الذين يعملون الصالحات أن لهم أجرا كبيرا</span></strong><span dir="ltr"></span><strong><span dir="ltr" style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">“<em>Sesungguhnya Al Qur&#8217;an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus<span style="color:blue;"> </span>dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar</em>,.” (Al Isra’ : 9).</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dari ayat diatas jelas bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya <em>peta </em>yang menunjukkan pada manusia sebuah tujuan yang mempunyai prioritas utama dalam <em>konteks</em> keselamatan hidup di dunia maupun akhirat.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Seiring berjalannya waktu, setelah kurang lebih 1400 tahun ummat Islam berpisah dengan <em>The living Quran </em>Muhammad Rasulullah SAW, seakan-akan mulai pudar huruf-huruf yang merangkai kata demi kata dalam Al Qur&#8217;an, semakin berkurang fungsi dan kedudukannya sebagai kitab pedoman, dan bukan lagi menjadi prioritas utama dalam kehidupan ummat.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Orang-orang yang <em>notabene</em> disebut Muslim, tidak jarang kita temui mereka tidak mampu membaca Al Qur&#8217;an apa lagi memahaminya. Realita ini secara tidak langsung menjelaskan pada kita bahwa umat Islam telah asing dengan Al Qur&#8217;an.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Fenomena di atas telah dikeluhkan oleh Rosulullah dan dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an 1400 tahun yang lalu ;</p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;font-family:'MCS Farisy S_U normal.';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:'MCS Farisy S_U normal.';">وقال الرسول يا رب إن قومي اتخذوا هذا القرآن مهجورا</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">“Dan berkatalah Rasul ; <em>‘Wahai Tuhanku! sesungguhnya kaumku telah meninggalkan Al-quran.’</em>” (Al Furqon : 30).</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Pada ayat di atas, Al Qur&#8217;an memberitakan kepada kita tentang kesedihan Rasulullah yang diadukan kepada Allah SWT, karena kebodohan dan kedzaliman umatnya &#8212; diantaranya adalah kita &#8212; yang telah meninggalkan Al Qur&#8217;an. Dan inilah fenomena yang terjadi pada masa sekarang.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Di Indonesia tercatat <u>+</u> ­80% penduduknya adalah pemeluk agama Islam. Sewajarnya dengan jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam tersebut dapat meningkatkan intensitas membaca Al Qur&#8217;an dan mengamalkannya dengan baik dalam keseharian. Namun, intensitas membaca Al Qur&#8217;an ini juga belum diyakini dapat memenuhi kebutuhan tersebut di atas. Kontinuitas membaca Al Qur&#8217;an yang sering dilakukan terkadang hanya sebagai <em>symbol</em> ataupun pemenuhan kewajiban belaka tanpa dikaji lebih dalam apa hikmah yang dapat diambil darinya.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Kita semua tahu definisi membaca adalah memindahkan makna tulisan kedalam otak atau pemahaman kita, seperti halnya setelah kita membaca surat kabar hari ini, kita bisa menceritakan ulang tentang sesuatu yang diberitakan didalam surat kabar tersebut pada orang lain. Lalu bagaimana dengan Al-qur’an? Sudahkah kita fahami maknanya ketika kita membacanya? <span>Kalau belum bagaimana Al-qur’an bisa menjadi PEDOMAN hidup kita? Dan bagaimana kita tahu bahwa kita benar, sedangkan kita tdak memahami perintah-Nya? Ini menjadi PR buat kita sebagai MUSLIM.</span></p>
<p><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr align="right" size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<p class="MsoFootnoteText" dir="ltr"><a href="#_ftnref1" title="_ftn1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman',serif;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Asshahbuni, Ali,<em> At-Tibyan fi Ulumil Qur’an.</em> Hal 18</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fahdamjad.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fahdamjad.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fahdamjad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fahdamjad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fahdamjad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fahdamjad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fahdamjad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fahdamjad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fahdamjad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fahdamjad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fahdamjad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fahdamjad.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fahdamjad.wordpress.com&blog=1209699&post=1&subd=fahdamjad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fahdamjad.wordpress.com/2007/06/08/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9726d1965e715bc17401e47014cde55?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">fahdamjad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fahdamjad.files.wordpress.com/2007/06/boss.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>