Pamor Keris Negeri Kami

•July 20, 2010 • Leave a Comment

Harum tersebar sang Mlati rinonceng

Selaras dengan indahnya bunga Bonang serenteng

Tangguh, bahan Tuban buah tangan

Buah tangan putra Padjajaran..

Letakkan keris dipunggung belakang

bukan untuk berperang..

hanya beladiri saat bunyi genderang

tidak menghancurkan, hanya guna menghalang..

Negeri kami sangat kaya..

Pendaringan Kebak dimana-mana..

Beras Kutah-pun dijalan raya

Mas Sumebar sampai rakyat jelata.

Dekat Kuto Mesir jadi tujuan..

Ziarahi Watu Lapak kenangan..

Dimana pengetahuan Nur diajarkan..

Munajat dan berdoa penuh harapan.

Wanita negeri kami adalah Putri Kinurung

Jilbab kehormatan sebagai kerudung..

tak layak bagi para si belang hidung

Hanya pantas untuk ksatria Sodo Lanang..

Inilah Junjung Dearajat negeri kami..

hidup laksana Banyu Mili

Blarak Sineret malambai pasti

Sebagai hiasan budi pekerti…

Bekal hidup kami kumpulkan..

saat Lare Sak Ler keadaan

Kami tak ingin Klabang Sayuto menjadi teman..

Hanya Nur kemulyaan tempat berpulang.

Duh Gusti kang murbeng dumadi..

Slamatkan negeri ini, dengan keris simbol jati diri

Ngeker lan Aris jiwa pemimpin kami

jadikan kami lambang syurgawi….

DOA KUMAIL

•February 8, 2010 • Leave a Comment

DOA KUMAIL

Diajarkan oleh Ali bin Abi Tholib kepada sahabatnya Kumail bin Ziyad

(Disebut juga Doa Khidir)


اَللّـهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْء، وَ بِقُوَّتِكَ الَّتي قَهَرْتَ بِها كُلَّ شَيْء وَ خَضَعَ لَها كُلُّ شَيء، وَ ذَلَّ لَها كُلُّ شَيء، وَبِجَبَرُوتِكَ الَّتي غَلَبْتَ بِها كُلَّ شَيء، وَبِعِزَّتِكَ الَّتي لا يَقُومُ لَها شَيءٌ ، وَ بِعَظَمَتِكَ الَّتي مَلأَتْ كُلَّ شَيء، Continue reading ‘DOA KUMAIL’

Artificial Love Poem

•February 5, 2010 • Leave a Comment

To film this page

To write this rage

To pull this moment square

I am not nature

or dust

but I am made of such

I stood waiting for you to run

In sweet-smelling lilac I stood

waiting for you to dance

Holding our breath in brackish water until one of us should die

I took the chance because we used to laugh

Oh how we used to laugh!

How greed fills my cup

with betrayal of all that is dust

And all that ever was

Piagam Madinah

•March 8, 2009 • Leave a Comment

Piagam Madinah, juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yathrib (kemudian bernama Madinah) di tahun 622. Dokumen tersebut disusun sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani ‘Aus dan Bani Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum Yahudi, dan komunitas-komunitas pagan Madinah; sehingga membuat mereka menjadi suatu kesatuan komunitas, yang dalam bahasa Arab disebut Ummah.

MUKADDIMAH

Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang “Inilah Piagam Tertulis dari Nabi Muhammad SAW di kalangan Orang-orang yang beriman dan memeluk Islam (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib, dan orang-orang yang mengikuti mereka, mempersatukan diri dan berjuang bersama mereka.”
Continue reading ‘Piagam Madinah’

“Kelemahan sebagai Power Point”

•February 26, 2009 • Leave a Comment

Tak ada gading yang tak retak! Itu hanya ungkapan pepatah made in Indonesia, aja!? Padahal kalau kita mau jujur, sebenarnya saat gading itu baru tumbuh atau masih melekat pada mulut si gajah, benarkah dia sudah mulai retak? Jadi pepatah itu ngga mutlak benar, kan? Nggak ada manusia yang sempurna! Tiap manusia, bahkan bangsa malaikat pun pernah menampakkan kekhilafannya di hadapan Allah yang Maha Pandai, apalagi manusia macam kita-kita ini! Pasti ada beberapa kekurangan, kelemahan dan bahkan cacat yang dapat mengurangi nilai ‘jual’ kita, kan?

Continue reading ‘“Kelemahan sebagai Power Point”’

Abstrak Skripsi

•February 12, 2009 • 1 Comment

Abstrak

Abdul Fattah, Perpaduan Nilai Budaya Jawa dan Islam dalam Konstruksi Etika Jawa. Skripsi. Jakarta: Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta, Januari 2009

Serat Centhini merupakan karya Sastra Jawa yang tidak hanya berisi tentang etika Jawa, tapi juga memuat nilai-nilai Islam. Sehinga dapat diasumsikan nilai Jawa dan Islam berpadu di dalamnya, membentuk sebuah konstruksi Islam Jawa yang khas. Hal ini sesungguhnya yang melatarbelakakngi dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai perpaduan dua etika tersebut (Jawa dan Islam) dan kemudian menganalisisnya dengan suatu metode penelitian.

Teori yang digunakan difokuskan pada teori tentang etika dan asimilalasi budaya (dalam hal ini etika), dan ini berkesesuaian dengan permasalahan. Dengan menggunakan metode analisis isi penelitian ini dapat menghasilkan temuan bahwa konstruksi Etika Islam Jawa merupakan konvergensi antara etika Jawa dan Etika Islam. Namun demikian konstruksi etika Jawa juga memiliki aspek-aspek perbedaan (divergensi) antara etika Jawa dan etika Islam.

Continue reading ‘Abstrak Skripsi’

Seputar Lebaran

•January 15, 2008 • 4 Comments

DRAMA KONTROVERSI HISAB Vs. RU’YAT

 

Sejak dasawarsa terakhir ini, umat islam Indonesia telah beberapa kali menyambut Idul Fitri maupun Idul Adha dengan hari yang berbeda yakni antara satu ORMAS dengan ORMAS yang lainnya terpaut satu hari. Dan anehnya masing-masing saling merasa benar dengan argumentasinya sendiri-sendiri.

Tanpa harus terjebak pro kontra seputar lebaran, mari kita lihat landasan pemikiran mereka, sehingga kita tidak akan serta merta meng-amini setiap ucapan ketua ORMAS kita! Ingat ORMAS yang anda ikuti tidak akan menjamin anda masuk syurga! Namun sebaliknya jika dengan berfanatik pada satu ORMAS tertentu umat islam terpecah belah, bisa di pastikan mereka hanya akan masuk neraka bersama-sama! Tahu kenapa? Karena mereka lebih mempercayai perkataan ketua umum ORMASnya daripada perintah Alqur’an. Continue reading ‘Seputar Lebaran’

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.