Seputar Lebaran

DRAMA KONTROVERSI HISAB Vs. RU’YAT

 

Sejak dasawarsa terakhir ini, umat islam Indonesia telah beberapa kali menyambut Idul Fitri maupun Idul Adha dengan hari yang berbeda yakni antara satu ORMAS dengan ORMAS yang lainnya terpaut satu hari. Dan anehnya masing-masing saling merasa benar dengan argumentasinya sendiri-sendiri.

Tanpa harus terjebak pro kontra seputar lebaran, mari kita lihat landasan pemikiran mereka, sehingga kita tidak akan serta merta meng-amini setiap ucapan ketua ORMAS kita! Ingat ORMAS yang anda ikuti tidak akan menjamin anda masuk syurga! Namun sebaliknya jika dengan berfanatik pada satu ORMAS tertentu umat islam terpecah belah, bisa di pastikan mereka hanya akan masuk neraka bersama-sama! Tahu kenapa? Karena mereka lebih mempercayai perkataan ketua umum ORMASnya daripada perintah Alqur’an.

 

Dalam Alqur’an ada beberapa ayat yang menjadi rujukan para pakar Ilmu hisab (pihak yang menetapkan jatuhnya awal Ramadhan dan 1 syawwal dengan menggunakan metode perhitungan teoritis-matematis, tanpa harus ada pembuktian di lapangan). Yakni QS Yunus ayat 5 dan al isro’ ayat 12. Namun jika kita jeli menyimak kedua ayat tersebut, maka kita akan segera tahu bahwa kedua ayat tersebut hanya memberikan informasi yang bersifat umum, yakni agar manusia mempelajari ilmu hisab – falak (astronomi).

لتعلموا عدد السنين والحساب

Di sana tidak ada perintah Allah agar kita mentapkan awal puasa dan lebaran dengan ilmu Hisab.

Pihak pro Rukyat berbeda pandangan, dalam hal ini mereka berpedoman pada firman Allah dalam alqur’an surat Albaqoroh 185, Allah dengan tegas menjelaskan, bahwa kewajiban puasa adalah berdasarkan kesaksian ‘melihat bulan’ secara langsung ( ru’yat )

. فمن شهد منكم الشهر فليصمه

Bahkan Allah juga merintahkan agar kita menyempurnakan jumlah puasa kita.

ولتكبرو الله على ما هداكم ولتكملوا العدة

Melihat kedua kubu yang memakai Alqur’an untuk membenarkan asumsi mereka, maka dapat dipastikan akan sering terjadi perbedaan hari 1 Syawal maupun hari Idul adha! Ditambah dengan pihak yang suka mengikuti ketetapan lebaran diMekah padahal mereka tinggal di Indonesia.

Idul fitri yang seharusnya ditandai dengan kesucian hati untuk meraih kemenangan, justru ditaburi bibit-bibit pertentangan antar ORMAS. Mengapa para pakar atau ulama dari masing-masing ORMAS tersebut hanya makmum pada hawa nafsunya untuk selalu tampil beda? mengapa mereka tidak bersatu padu sehingga citra Islam tidak semakin terpuruk dan hancur berantakan akibat keasyikan mereka untuk wathon suloyo.

Kalau para pemimpin ORMAS memang orang yang bertaqwa dan mencintai Allah di atas segalanya, pastilah mereka tidak merasa berkeberatan untuk bermusyawarah demi persatuan dan kemaslahatan umat islam. Bukannya malah sibuk mencari alasan pembenar egonya masing-masing!

Sebenarnya antara ilmu Hisab dan Rukyat tidak pernah bertentangan, keduanya berjalan beriringan, tapi sifat egois manusialah yang membenturkan antara keduanya.

Ilmu Hisab bertugas membuat rumusan matematis dan memprediksikan awal bulan, sedangkan Rukyat berfungsi sebagai pembuktiannya di lapangan. Jika para pakar ilmu Hisab bersikap objektif dan tidak egois, tentu mereka tidak menolak teorinya diuji di lapangan dengan cara Rukyat.

Bukankah kita sering mendengar RAMALAN CUACA? Apakah semua prediksi hujan itu benar? Jika anda pernah bermain PS, lalu anda bermain sepak bola dan tim pilihan anda dapat memukul Brazil 6-0! Nah, benarkan anda sehebat itu? Semua orang akan bilang, itu kan Cuma mainan di PS, bo!? Nah, apakah dunia harus mempercayai bahwa team pilihan anda adalah jawara didunia sepak bola?

Jika kita mau jujur dan hanya mencari ridho Allah dunia akhirat, pasti kita mau bercermin atas kebodohan dan kesombongan kita yang sementara ini ;ebih mencintai ORMAS dan mentaati pimpinan yang belum tentu benar daripada Allah dan Rasulullah saw! Bukankah Puasa dan Idul Fitri atau Idul Adha adalah Syari’at Allah? Maka yang berhak menentukan kapan waktunnya adalah Allah dan RasulNya, bukan? Sehingga niat kita puasa atau berbuka pun Lillahi-Ta’ala (karena menjalankan perintah Allah), bukan Karena SK ORMAS anda.

Allah sangat menghargai dan memuji ilmu pengetahuan (almujadilah ayat 11), namun bukan ilmu yang di-pertuhan-kan dan di-imani melebihi Al Qur’an dan hadis Nabi! Bukankah sepanjang hayat Rasulullah saw selalu mengajarkan, bahwa penetapan awal puasa atau lebaran harus dengan Rukyat, meskipun saat itu umat Islam sudah menguasai ilmu Hisab?! Sehingga setiap menyambut bulan sabit yang muncul di ufuk barat beliau pun berdoa agar kemunculan bulan sabit itu membawa berkah dan kedamaian. (hadis Adzkar nawawi)

Memang antara prediksi ilmu Hisab dan Rukyat kadang bersamaan, namun tidak jarang teori ilmu Hisab itu meleset. Karena realita di lapangan berbeda dengan angka-angka rumusan ilmu Hisab. Jika para pakar ilmu Hisab mewajibkan puasa atau lebaran berdasarkan teorinya tanpa menghiraukan ayat rukyat dan sunnah nabi saw, maka dikhawatirkan mereka termasuk ahli Bid’ah dholalah (sesat), karena telah membuat syari’at di luar ajaran Rasulullah saw! Bahkan Allah pun mengutuk keras sikap arogan ilmuwan semacam itu sebagai orang munafiq yang tidak mempan oleh sentuhan firman Allah, matanya telah buta, telinganya telah tuli dan hatinya telah membatu…. Jika mereka tidak segera bertaubat, maka Siapa yang akan mampu menolongnya dari laknat dan siksa Allah?( al jatsiyah ayat 23).

Jika kita mencermati hadis-hadis yang dijadikan ajang kontroversi ahli Hisab-Rukyat, ternyata bersumber dari hadis-hadis sohih riwayat Imam Muslim(Sohih Muslim, hal 437-438 ) yang berasal dari dua sahabat, yakni Abu Hurairoh (sahabat senior) dan Ibnu Umar (sahabat yunior). Baik hadis versi Abu Hurairoh maupun Abdulloh bin Umar ternyata sama-sama menitik-beratkan pada Rukyat. Adapun hadis yang ditengarai memicu kontroversi adalah sebagai berikut:

لا تصوموا حتى تروا الهلال ولا تفطروا حتى تروه فإن اغمي عليكم فاقدروا له*

Kalian jangan berpuasa sebelum melihat bulan! Dan jangan berlebaran sebelum melihat bulan pula! Jika bulan belum muncul, maka perhitungkanlah yang cermat!

فصوموا لرؤيته وافطروا لرؤيته وإن غم عليكم فاقدروا له ثلاثين*

Berpuasalah jika kalian melihat bulan! Dan berlebaranlah jika kamu melihat bulan! Tapi jika bulan belum kelihatan, maka hitunglah usia bulan 30 hari!

Kedua hadis tersebut adalah versi redaksi Ibnu Umar, sedangkan versi Abu Hurairoh justru lebih tegas Rasulullah saw. bersabda:

فصوموا لرؤيته وافطروا لرؤيته وإن غم عليكم فصوموا ثلاثين

Berpuasalah jika kamu sudah melihat bulan( rukyat ), lalu berbukalah ( lebaran ) jika kamu sudah melihat bulan, tapi jika bulan tidak kelihatan maka puasalah 30 hari:

Kalau kita jeli mencermati hadis versi Ibnu Umar dan Abu Hurairoh, maka sebenarnya Rasulullah saw menginstruksikan, agar kita menggabungkan antara Hisab dan Rukyat. Bukan malah membenturkannya! Jika di awal sabdanya beliau melarang kita berlebaran sebelum ada kepastian ‘melihat bulan’ (Rukyat), maka sungguh tidak masuk akal, jika akhirnya beliau menyuruh kita cukup mengandalkan teori (Hisab) yang tanpa pembuktian. Untuk itu beliau menyuruh kita agar menghitung usia bulan genap 30 hari!

Nah, siapapun anda yang merasa sebagai ummat Muhammad saw, maka kembalilah kepada hukum Allah dan Rasulullah saw. Bersatulah demi kejayaan Islam dan Ridho-NYA! Silahkan anda memprediksikan lebaran, tapi untuk pelaksanaannya tunggulah hasil Rukyatnya.

Jika anda tetap ngotot mengIMANI dan meng-AMINI teori ilmu HISAB tanpa peduli realita RUKYAT, maka ibarat anda sedang naik angkot yang disopiri oleh anak TK kecil yang cuma jago main balapan di PS?! Atau anda naik bis malam dengan sopir yang mabok+ugal-ugalan?! Anda tetap berharap sampai tujuan dengan selamat? Mimpi kali.

~ by fahdamjad on January 15, 2008.

4 Responses to “Seputar Lebaran”

  1. Selamat Idul Fitri

  2. Selamat Idul Fitri

  3. Ingat ORMAS yang anda ikuti tidak akan menjamin anda masuk syurga! Namun sebaliknya jika dengan berfanatik pada satu ORMAS tertentu umat islam terpecah belah, bisa di pastikan mereka hanya akan masuk neraka bersama-sama! Tahu kenapa? Karena mereka lebih mempercayai perkataan ketua umum ORMASnya daripada perintah Alqur’an.
    sippp,,,stuju bgt sama paragraf diatas…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: