“Kelemahan sebagai Power Point”

Tak ada gading yang tak retak! Itu hanya ungkapan pepatah made in Indonesia, aja!? Padahal kalau kita mau jujur, sebenarnya saat gading itu baru tumbuh atau masih melekat pada mulut si gajah, benarkah dia sudah mulai retak? Jadi pepatah itu ngga mutlak benar, kan? Nggak ada manusia yang sempurna! Tiap manusia, bahkan bangsa malaikat pun pernah menampakkan kekhilafannya di hadapan Allah yang Maha Pandai, apalagi manusia macam kita-kita ini! Pasti ada beberapa kekurangan, kelemahan dan bahkan cacat yang dapat mengurangi nilai ‘jual’ kita, kan?

Kesalahan dan kekhilafan maupun kekurangan bukanlah sesuatu yang ‘maha penting’ untuk dijadikan kambing hitam atas merosotnya kurs ibadah kita di hadapan Sang Pencipta! Tanya kenapa? Yaaaah, karena memang setiap manusia dikodratkan untuk bergulat dengan hawa nafsu yang selalu mengajak kita bermain-main di arena maksiat dan dosa, hingga wajah dan seluruh tubuh ini babak belur terseret dan terjatuh dalam jurang kenistaan,[1] kecuali jika hawa nafsu itu mampu kita kuasai dan kita tundukkan di hadapanNya yang berakhir dengan prosesi ritual, bersujud tanpa pamrih dan memposisikannya sebagai bagian dari makhluk yang hanya pantas mengabdikan sisa-sisa umur dan tenaganya untuk menggapai ke-ridho-an-Nya, selamanya.

Walaupun kita berada di kamar kecil, atau sedang capek ngerjain tugas, ‘mbantuin ortu, atau nemanin istri mencuci piring dan menyetrika pakaian, atau saat kita nungguin angkot atau saat berbaris sambil nungguin lampu merah di perempatan jalan…., yang kita pupuk adalah rasa sabar dan ikhlas menjalani hidup sebagai ‘kawulo’ yang harus puas dan bangga mendapatkan kesempatan untuk berbuat dalam ngebukti-in betapa indahnya ridho Allah itu.[2]

وما امروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين ,حنفاء ويقيموا الصلوة ويؤتوا الزكاة وذالك دين القيمة

Nah, jadilah manusia yang bernilai plus yang berjiwa tenang karena selalu bernafas dalam dzikir, yang selalu berfikir dalam langkah ritmis ibadah, yang bekerja dan berusaha dalam bentangan Hidayah dan RidhoNya. Nach…., jika ini terjadi, maka tanpa harus dikejar-kejarpun Syurga akan terbentang luas! Tanpa harus mengantre berlama-lama, justru Allah swt. langsung memberikan tiket itu untuk kita, Amin.[3]

Lebih dari itu, waspadailah gerombolan teroris setan yang selalu mengincar dan menguber-uber iman kita lalu memojokkanya dalam arena kesesatan yang penuh ranjau yang akan menghancur leburkan serpihan moral dan akhlak kita, sehingga warna maksiat di muka bumi akan sangat dominan ketimbang ibadah! Coba lihat saja, betapa para bajingan, pelacur dan pecundang akan lebih sering menghiasi layar media massa kita, lebih-lebih TV dan media cetk serta elektronik lainnya, pasti suguhan nafsu-iblis yang mengatas-namakan SENI akan lebih dominan ketimbang tayangan bernuansa religi yang dapat mengilhami para pemirsa untuk berperilaku sebagai orang saleh yang senantiasa bersyukur atas nikmatNya (tunduk patuh pada ajarannya), yang selalu bersabar menghadapi kesulitan hidup, yang konsisten dalam beribadah dan ikhlas menjauhi segala kemunkaran dan kemasiatan, yang pada gilirannya nanti mereka tentu disayang oleh Allah! Tapi ternyata kita lebih memilih disayang iblis laknat ketimbang oleh Sang Pencipta Bukan? Jika tidak, kenapa kita begitu antusias, puas dan bangga atas tumpukan dosa dan kenistaan di sejauh mata kita memandang[4].

Jika kita sudah sering berkaca diri hingga menyadari semua dosa dan kesalahan yang menjadi symbol kelemahan dan kekurangan kita, maka segera berlarilah mencari tempat perlindungan terbaik yang tidak bakalan ditembus oleh rudal-rudal biologis pemusnah iman yang diluncurkan oleh laskar-laskar iblis-laknat! Caranya? Gampang-gampang susah, lho!? Umpankahnlah segala hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu kita! Di saat kita terbuai oleh desah manja nan romantis artis idola atau sewaktu mata kita melotot karena terpana oleh akting maut sang idola, maka sanggupkah kita untuk sekedar men –cut– adegan TV itu dengan beristighfar sebagai wujud pengakuans seorang hamba yang ‘ndableg karena lebih senang menonoton, mendengarkan bisikan iblis-cinta ketimbang lantunan suara adzan dan nyanyian syurga lainnya ( seperti bacaan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil )!

Coba saja ambil air wudhu, lalu solatlah dua rokaat, terus baca Al Qur’an! Tapi… eiiit… tunggu dulu! Sebelum mulut kita ber-‘senandung’ dengan kalam-Nya yang suci itu, mohonlah perlindungan kepada Allah, agar setan dijauhkan dari atmosfir kehidupan kita[5], atau setidaknya mintalah kepadaNya agar Al Qur’an yang sedang atau akan kamu baca tidak bakalan menjadi boomerang yang disusupi nafsu riya’ dan takabur yang merupakan energi inti setan yang membelenggu kita, agar kita tidak terpuruk di dasar kubangan sampah duniawi!.

Jadi, gimana nih? Don’t Worry! Jadilah diri sendiri! Jangan selalu bersembunyi dibalik kelemahan kodrati manusia! Karena dalam kelemahan itu akan muncul kekuatan yang sangat dahsyat atas izin dan ridhoNya, Reguklah suplemen ilahiyah ini sebanyak-banyaknya! Dan kamu tidak bakalan over dosis karenanya: LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM! ( Tiada usaha yang sukses selain atas idzinNya, Dan tiada energi untuk merealisasikan suatu tujuan selain atas idzin Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung)

Kita harus selalu ingat! Jangan hanya pintar memasang cermin ke wajah orang lain! Tapi tataplah cermin di depan kita, lalu lihatlah betapa wajah pecundang itu menyemburkan noda yang menjijikkan ke seluruh tubuh dan langkah kita! maka bertobatlah selagi masih bernafas! Jangan Cuma pintar meng-kambing hitamkan hawa nafsu maupun setan! Karena segala umpatan dan sumpah serapah kepada hawa nafsu atau pada setan justru makin membuat mereka kuat dan menang, karena waktu kita akan tersita untuknya! Dan yang terpenting, “jangan pernah menepuk dada atas gunung paha yang kau daki”, atau jangan berlagak suci atas lautan noda dosa yang kita cecerkan! Tapi pahamilah bahwa di balik kodrat kelemahan dan kekurangan manusia ini masih ada samudera rahmat dan maghfirah-Nya yang siap mengucur menjadi hujan jika kedua tangan kita rela menengadah dan berjaji untuk berubah  menjadi hamba yang setia pada ajara-Nya. Sehingga segala kesalahan, dosa maupun aib kita justru akan menjadi langkah awal untuk menggapai puncak prestasi terbaik! Mungkinkah itu? Why not?! Bukankah nabi Muhammad saw. bersabda:

اكثر بني آدم الخطائون, وخير الخطائين التوابون

Mayoritas anak manusia adalah pendosa, dan sang pendosa akan menjadi the best jika dia selalu bertobat. ( hadis sohih ) [6]

Beliau juga pernah menggambarkan, betapa Allah sangat terharu dan bangga melihat seorang pendosa yang mau mengakui kesalahan dan dosanya, lalu tanpa ragu dan tak malu-malu dia bersujud memohon ampunannya?

Coba fikir! Jika kamu seorang cowok gaul yang sedang berkelana mencari cinta, lalu mejeng dan ngelencer ke luar kota dengan motor terbaru, karena sudah seharian nangkring di jok motor, pasti kamu lelah, kan? Ok, karena terlalu cape maka kamu turun, lalu ambil tikar untuk beristirahat di bawah pohon beringin tua di pinggir jalan dan aaaach…, ternyata kamu langsung KO alias tertidur pulas, nah saat tertidur itulah ada pencuri menggasak motor dan semua bekalmu disikat ludes. Kira-kira setelah bangun apa reaksimu? Dijamin kamu pasti sedih, bukan? Mungkin malah menangis atau mengumpat sejadi-jadinya! Dan saat kamu garuk-garuk kepala atau menendang-nendang batu atau botol minuman lantaran marah, jengkel, kesal dan dongkol sambil berteriak memaki-maki si pencuri sialan, nah tiba-tiab saja datanglah sebuah mobil mewah sporty yang dikemudikan oleh seorang cewek cantik yang menawarkan tumpangan padamu, mungkin karena mujur saja, dia-nya terharu dan simpati atas nasib sialmu. Tapi lagi-lagi dasar kamu-nya yang masih mujur, ternyata sang cewek itu lagi patah hati karena kekasihnya selingkuh…. dan akhirnya… dia terjatuh dalam pelukanmu dan dia jadian dech sama kamu, langsung minta ke KUA dan pasrah bulat-bulat hidup matinya padamu! ( eh koq kegatelan buanget ya, si cewek?! Tapi ini sekedar illustrasi, man! Enggak usah bernafsu, gitu! ).

Nah, gimana coba reaksimu saat si cantik itu mau jadi doimu? Pasti hatimu akan meloncat kegirangan dan berteriak: pucuk dicinta ulam tiba…! Atau kamu akan bilang: ala maaak…! Mimpi apa aku semalam, koq dapat durian runtuh….! Atau kalau kamu sedikit berjiwa seni dan romantis, pasti langsung ambil gitar dan menyanyikan lagu ‘pelangi di matamu-nya si Jamrud, … atau lagu ‘sang pangeran cinta’nya Dewa… atau Dealova-nya si Once…? Tak tahulah, tapi yang pasti kamu pasti happy ‘n bangga, kan? Motor hilang, tapi gantinya yang lebih hoki?!

Nah kondisi itu belum seberapa jika dibandingkan dengan kebanggaan Allah saat mendengar bibir si pendosa (macam kita-kita ini) yang mau bersimpuh menyebut namaNya lalu beristighfar memohon ampunan dan tobat kepadaNya[7]! Euunak banget, ya? Nikmatin aja sendiri…..!


[1] Baca QS 12 ( Yusuf ) ayat 53

[2] Baca QS 98 ( Al bayyinah ), 5

[3] Baca QS 89 ( Alfajr ) ayat 27-30

[4] Lihat QS 7 ( Al A’rof ), 16-17

[5] QS 16 ( An Nahl ) ayat 98

[6] Hadis sohih, baca Riyadhussolihin

[7] Riyadhus-solihin bab Taubat.

~ by fahdamjad on February 26, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: